Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Februari 2020 | 21.58 WIB

Kurangi Limbah Fashion Lewat Perhelatan Muslim Fashion Festival 2020

Suasana pameran di MUFFEST 2020. (Rieska Virdhani/JawaPos.com) - Image

Suasana pameran di MUFFEST 2020. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebagai negara muslim terbesar di dunia, potensi pasar busana muslim di Indonesia sangat besar. Banyak negara yang menjadikan tren busana muslim Indonesia sebagai acuan di negara mereka. Meski begitu, para desainer dan dunia fashion kini sudah menyadari betapa pentingnya menyelamatkan lingkungan dari limbah fashion.

Lewat pagelaran Muslim Fashion Festival 2020 (MUFFEST) yang resmi dibuka pada Kamis (20/2) oleh Indonesian Fashion Chamber dan Dyandra Promosindo, kampanye Sustainable Fashion pun diusung. MUFFEST 2020 akan digelar pada 20-23 Februari mendatang di Jakarta Convention Center.

MUFFEST mengajak para partisipan untuk paling tidak menyadari dan peduli atas keberlangsungan kehidupan, keselarasan lingkungan, melalui berbagai upaya. Baik berupa penyampaian informasi dan ajakan, maupun mengusung produk recycle (daur ulang). Konsep produk yang mendukung upcycling, recycling, redesign, zero waste akan menjadi highlight dalam MUFFEST 2020.

“Kami berharap semua pemangku kepentingan industri fashion muslim bisa mendukung tujuan ini dan menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dan pameran fashion muslim dunia,” ujar National Chairman Indonesian Fashion Chamber Ali Charisma, Kamis (20/2).

Photo

Opening MUFFEST 2020 yang dihadiri Menteri KUKM Teten Masduki/Instagram MUFFEST

Menurutnya, konsumsi fashion muslim di Indonesia setiap tahunnya bertumbuh sekitar 18 persen. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh para pemain industri untuk terus menghasilkan produk fashion yang bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional. Namun dunia fashion, kata Ali, harus ikut bertanggung jawab menyelamatkan lingkungan.

"Dengan kearifan lokal dan kain tradisional yang sangat kaya, dilandasi Sustainable Fashion betapa pentingnya mencintai bumi yang sudah jutaan tahun dirawat. Industri fashion sangat bertanggung jawab karena jadi pencemaran kedua setelah minyak. Makanya lewat MUFFEST kami lakukan hal-hal kecil dan bermakna," jelas Ali.

MUFFEST menjadi ajang bertemunya para desainer busana muslim Indonesia baik yang sudah memiliki nama maupun desainer muda yang baru merintis jejak mereka di industri fashion Indonesia. Beberapa desainer yang akan menampilkan karya mereka pada MUFFEST 2020 antara lain Ria Miranda, Nuniek Mawardi, Monika Jufry, Sofie, Barli Asmara, Ayu Dyah Andari, ETU, KAMI, Deden Siswanto, Ivan Gunawan, Rani Hatta, Irna Mutiara, Wignyo Rahadi, Lisa Fitria, Raegitazoro, Hannie Hananto, Itang Yunasz, dan lain-lain.

Konsumsi Fashion di Indonesia

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki yang ikut hadir dalam pembukaan MUFFEST 2020 menjelaskan pada 2018 populasi muslim Indonesia adalah 24 persen dari total penduduk dunia. Konsumsi fashion muslim di Indonesia mencapai USD 20 miliar atau 18,2 persen per tahun. Dalam pasar fashion muslim di negara-negara islam di OKI, Indonesia menduduki peringkat kedua.

"Indonesia punya pelaku usaha fashion yang kreatif dan potensial yang bisa dikembangkan. Sektor itu jadi industri tekstil yang sangat berpengruh pada perekonomian. Pasarnya sangat potensial. Maka harus bisa manfaatkan peluang tersebut dengan memperbaiki kualitas dengan bahan baku alami dan tetap memperhatikan isu lingkungan yang jadi perhatian dunia," tutup Teten.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore