
Photo
JawaPos.com - Imej masyarakat mengenal minuman fermentasi adalah minuman alkohol yang dibuat sendiri dengan racikan tradisional. Di Indonesia, ternyata minuman fermentasi masih tetap diminati sebagian masyarakat lokal.
Saat ini, perkembangan minuman fermentasi kian populer. Bukan hanya dinikmati pada acara budaya dan adat istiadat, tetapi juga sudah masuk ke dunia pariwisata dan perhotelan. Salah satu contohnya adalah minuman Arak Bali sebagai bahan campuran cocktail di ratusan hotel yang ada di Bali.
“Produk minuman fermentasi nusantara harus dipromosikan agar mampu memiliki nilai jual dan mendukung promosi pariwisata Indonesia, kalau bisa produknya diekspor,” kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Sidarto Danusubroto, Rabu (26/6).
Mantan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin mengungkapkan minuman fermentasi harus dikembangkan sebagai salah satu budaya dan ciri khas bagi Indonesia. Untuk merealisasikannya, diperlukan riset agar bisa menghasilkan minuman yang berkualitas.
Jika dilihat dari sejarahnya, minuman dan teknologi fermentasi di Indonesia berasal dari dua poin. Pertama adalah migrasi manusia purba ke Indonesia yang membawa ragi dan bibit pohon aren. Kedua berasal dari alam Indonesia yang memberi teknologi fermentasi khas seperti pada tape ketan.
Beberapa minuman fermentasi ternyata mampu bertahan dan bahkan sudah dikomersilkan seperti Sopi dari NTT dan Cap Tikus dari Minahasa Selatan. Arak juga menjadi produk resmi berkat dukungan dari pemerintah daerah Bali.
“Kami berharap adanya dukungan pemerintah dalam membuatkan payung hukum untuk industri minuman fermentasi Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, dengan dukungan tersebut mampu mendorong Arak Bali bisa menjadi salah satu minuman terpopuler di dunia,” kata Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association Bali Ketut Darmayasa.
Di Bali, lebih dari 200 hotel dan bar sudah menggunakan Arak Bali sebagai salah satu menu minuman beralkohol atau dijadikan bahan campuran untuk membuat cocktail. Pemerintah dinilai perlu membuat regulasi yang berpihak pada industri minuman fermentasi karena industri ini memiliki sumbangan yang cukup besar bagi ekonomi daerah, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dan tentunya branding Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu dilansir dari Healthline, ahli gizi berbasis di Sydney Daisy Cole menjelaskan fermentasi adalah teknik kuno mengawetkan makanan dan minuman. Proses ini masih digunakan sampai sekarang untuk menghasilkan makanan dan minuman seperti anggur, keju, yogurt, dan kombucha.
Makanan fermentasi kaya akan probiotik yang bermanfaat dan telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan dari pencernaan yang lebih baik hingga kekebalan yang lebih kuat. Fermentasi sendiri adalah proses alami di mana mikroorganisme seperti ragi dan bakteri mengubah karbohidrat menjadi alkohol atau asam. Fermentasi juga mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan, yang dikenal sebagai probiotik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022