
(Ki-ka) Dinda Dwi Wahyuni, Mutiara Kamila Athiyya, dan Regina Rafika sukses bisnis fashion dan punya clothing line. (SIRCLO)
JawaPos.com - Fashion dan perempuan memang sulit dipisahkan. Jika perempuan melihat fashion sebagai peluang untuk memajukan perekonomian, hal itu menjadi pemikiran yang tepat dan cerdas. Pemikiran itulah yang dilakukan oleh Dinda Dwi Wahyuni, Mutiara Kamila Athiyya, dan Regina Rafika yang berwirausaha di bidang fashion dengan membuat lini pakaian atau clothing line.
Mereka memanfaatkan teknologi SIRCLO, kemudahan bagi siapapun untuk membuka usaha sendiri dengan membuat toko online. Turut merayakan Hari Kartini, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/4), SIRCLO ingin membagikan kisah inspiratif dari tiga womenpreneur yang sukses membangun bisnis. Tiga sosok ‘Kartini modern’ ini diharapkan bisa menjadi panutan bagi calon wirausahawan perempuan lainnya di kemudian hari.
1. Pulchra Gallery Milik Dinda Dwi Wahyuni
Kisah wirausaha Dinda Dwi Wahyuni bermula dari keputusannya untuk berhenti bekerja penuh waktu agar bisa mengurus dan mendampingi anak pertamanya yang pada saat itu berusia 6 bulan. Dia mendapatkan dukungan dari suami untuk ikut membantu ekonomi keluarganya dengan mendirikan Pulchra Gallery pada akhir tahun 2013.
“Saya memilih jenis usaha ini karena saya memiliki ketertarikan di dunia fashion. Meski skill desain apalagi menjahit sangat minim, tapi saya mencoba terus belajar,” jelas Dinda.
Berawal dari kegiatannya menjual produk fashion yang dibeli secara grosir di Pasar Tanah Abang, dia berhasil membangun Pulchra Gallery sebagai salah satu brand modest wear dengan jumlah pelanggan yang terus meningkat.
Namun, bisnis yang dirintisnya pun menemui banyak hambatan dalam usahanya. Di tahun ketiga Pulchra Gallery dirintis, Dinda mengalami kerugian dengan jumlah yang cukup besar.
“Saya mengalami dua kali kerugian yang cukup besar, dengan nilai puluhan juta yang disebabkan karena adanya kegagalan produksi. Meskipun saat itu sangat sedih dan sempat down, saya bertekad untuk bangkit lagi," jelasnya.
2. THENBLANK, Mutiara Kamila Athiyy
Jiwa entrepreneur sudah dimiliki Mutiara Kamila Athiyya sejak dirinya duduk di bangku sekolah dasar. Berawal dari berjualan mainan saat SD, di usia remajanya, tepatnya saat duduk di SMA, Mutiara merintis sebuah clothing line sendiri. THENBLANK kemudian lahir menawarkan tiga nilai penting untuk perempuan Indonesia yakni easy design, easy to get, and easy to wear.
“Kendala yang paling dirasakan adalah di saat harus membagi waktu sekolah dan bisnis, terlebih ketika sudah masuk ke perguruan tinggi,” jelas Mutiara.
Mutiara pun menghadapi sejumlah persoalan yang kerap terjadi bagi bisnis. Mulai dari pengalaman ditipu oleh pelanggan, hingga kesalahan produksi yang mengakibatkan ribuan produk yang tidak bisa dijual.
Namun, berkat kegigihannya, THENBLANK terus eksis menjual lebih dari 7.000 produk setiap bulannya. Perjuangan ini juga mendatangkan penghargaan Business of the Year UI 2016 dari Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis UI.
“Jangan pernah berhenti berinovasi. Inovasi adalah kunci berkembangnya suatu bisnis. Be the one smarter, faster, and better. Bisnis yang baik bukan dilihat sekadar dari valuasinya saja, tapi juga dari nilai lain yang tidak bisa diukur oleh angka, yaitu berdasarkan manfaat yang ditawarkan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar," jelasnya.
3. Regina Rafika Pemilik ATS The Label
Nama ATS The Label sudah semakin banyak dikenal. Fashion line dengan konsep minimalis elegan ini sangat mudah untuk dikombinasikan, sehingga membuat pelanggannya jatuh cinta. Di balik kesuksesan ATS The Label, ada tangan dingin seorang Regina Rafika yang masuk ke dalam.
Sedari duduk di bangku SMA, Regina sudah mencoba berjualan. Akan tetapi, di masa tersebut dirinya baru memulai dengan barang-barang vintage.
Menginjak bangku kuliah, Regina memutuskan untuk terjun dan mengikuti kata hatinya dengan menempuh bidang fashion design di Instituto di Moda Burgo Indonesia. Dari sinilah, Regina mulai terpikir untuk membuat brand yang bisa memadukan women’s fashion yang sedang tren dengan sentuhan gayanya sendiri.
“Sejak awal launch, ATS sudah berbasis online, melalui mulut ke mulut, yang kemudian lanjut ke media sosial seperti Friendster, Facebook dan Twitter untuk berjualan, sampai saat ini menggunakan webstore dan kanal marketplace,” ujar Regina.
Dia mengaku bahwa dirinya sempat kewalahan dengan banyaknya pertanyaan maupun request dari peminat dan pelanggan lewat WhatsApp dan LINE. Berawal dari kewalahan itu, ATS The Label kemudian mengarahkan pelanggan untuk mengacu pada webstore yang dibuat di SIRCLO.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
