Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Maret 2019 | 14.49 WIB

Sudah Makan tapi Masih Lapar Terus, Simak 9 Alasannya

Ilustrasi. Ada 9 faktor yang menyebabkan seseorang terus merasakan lapar walau sudah makan. - Image

Ilustrasi. Ada 9 faktor yang menyebabkan seseorang terus merasakan lapar walau sudah makan.

JawaPos.com - Pernahkah menjadi 'tikus dapur' di tengah malam untuk mencari makanan? Padahal Anda sudah makan malam, bahkan mengonsumsi camilan. Akan tetapi apa sebabnya perut masih merasa lapar meski sudah makan?


Beberapa orang cenderung merasa lapar sepanjang waktu. Dan walaupun kadang-kadang ada alasan medis untuk hal ini misalnya mengalami masalah tiroid, atau pengaruh antidepresan, atau masalah diabetes, namun tentu ada alasan lainnya. Dilansir dari Men's Health, Senin (11/3), ada banyak alasan mengapa masih lapar setelah makan.


Tak Cukup Tidur


Kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur nafsu makan sesuai laporan tahun 2016 oleh American Heart Association. Ghrelin, hormon yang merangsang rasa lapar, bisa meningkat ketika kurang tidur. Leptin, hormon yang menandakan rasa kenyang, bisa berkurang. Selain itu, semakin banyak jam yang dihabiskan untuk terjaga, semakin besar kemungkinan untuk mengunyah sesuatu dari lemari es. Usahakan untuk tidur tak terlalu larut setiap malam.


Minuman Kemasan


Minum minuman kemasan atau smoothie buah tidak akan membuat kenyang lama. Jadi, jika memulai setiap pagi dengan protein milkshake, itu bisa menjelaskan mengapa selalu cepat lapar. Menurut Ahli Gastroenterologi Scott D. Levenson, M.D., alasannya adalah karena cairan itu akan kosong dari perut dalam waktu kurang dari satu jam. Sebagai perbandingan, makanan padat membutuhkan dua hingga empat jam.


Stres


Melewati hari yang sangat menegangkan di tempat kerja? Itu bisa berdampak besar pada keinginan untuk makan. Tubuh melepaskan hormon stres kortisol, yang dapat menyebabkan seseorang mengidam makanan manis, lemak atau asin.


Terlalu Banyak Soda


Soda, teh es, dan minuman manis lainnya penuh dengan sirup jagung fruktosa yang tinggi, namun tingkat rasa kenyang lebih rendah. Itu karena mengkonsumsi fruktosa menghambat kemampuan otak kita untuk memproses sinyal dari hormon leptin, 'hormon kenyang' yang memberi tahu kita ketika sudah cukup makan.


Makan Makanan Kaleng


Banyak wadah makanan dan minuman plastik mengandung bahan kimia bisphenol-A, atau BPA. Food and Drug Administration mengatakan penelitian telah menunjukkan bahwa BPA dapat mempengaruhi lingkar pinggang kita. Menurut sebuah studi dari 2014, BPA mengubah kadar hormon leptin dan ghrelin, yang mengendalikan rasa lapar dan kenyang. Lonjakan kadar hormon ini dapat menyebabkan mengidam makanan serta memicu kenaikan berat badan.


Kurang Porsi Sarapan


Sarapan adalah aktivitas terpenting untuk memulai hari. Jadi secangkir kopi untuk memulai hari tidak akan berhasil.
Menurut sebuah penelitian oleh para peneliti University of Cambridge, orang-orang yang makan hanya 300 kalori untuk sarapan justru berat badannya akan bertambah dari mereka yang makan 500 kalori atau lebih saat sarapan. Alasannya, sarapan yang cukup bisa membuat kenaikan gula darah dan insulin lebih kecil sepanjang hari.


Kurang Sayur

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore