
ilustrasi wajah tirus
JawaPos.com - Tampil cantik dan tirus sudah menjadi tren di kalangan perempuan. Apalagi dengan adanya media sosial, tampil tirus sangat terlihat menarik ketika foto selfie diunggah di Instagram.
Banyak perempuan menghalalkan segala cara agar mereka tampil menarik, salah satunya dengan cara sedot lemak pipi.
“Pada dasarnya lemak setiap orang memang sudah ada pada pipi. Tergantung pada genetik wajah, ada yang memiliki lemak tebal ada juga yang tipis. Pipi dengan lemak tebal itulah yang dikenal sebagai pipi chubby,” ujar dr. Irena Sakura Rini, ketika di temui di RS Dharmais, Jakarta, Jumat (5/10).
Ada dua cara melakukan penyedotan lemak, yaitu dengan cara sedot memakai cannula kecil dan buccal fat. Proses sedot lemak memakai canulla, cukup dibius lokal lalu dimasukkan cairan untuk melunakkan lemak tersebut sehingga mudah untuk dikeluarkan. Sedot lemak ini akan bertahan selama 2-3 tahun.
"Bagi orang yang melakukan sedot lemak pipi harus dilakukan maintenance seperti radio frequency, HIFU, ultrasound, laser untuk rejuvenation," katanya.
Sementara itu, sedot lemak buccal fat (lemak yang besar), caranya adalah langsung dengan pengambilan lemak secara keseluruhan, sehingga lemak tersebut akan hilang selamanya. Cara buccal fat ini menyebabkan kulit di masa tuanya akan kempot, karena sudah tidak ada lemak lagi di pipinya.
"Maka dari itu sebelum memutuskan untuk memakai cara buccal fat perlu dipikirkan kembali tentang kesiapan hilangnya lemak pada pipi hingga di masa tua," katanya.
Ia menjelaskan, kedua cara sedot lemak memiliki risiko tersendiri. Risiko tersebut bergantung pada kualifikasi dokter. Jika tidak dilakukan secara benar oleh dokter yang tidak kompeten, cara sedot lemak bisa menimbulkan kesalahan. Pengetahuan mengenai anatomi sangat penting bagi dokter yang melakukan penyedotan lemak, misalnya terkait dengan risiko atas penyedotan yang justru terjadi pada pembuluh darah.
“Sebaiknya pasien disarankan untuk tidak malas mencari tahu pada dokter siapa yang akan menangani, hal-hal yang perlu diperhatikan pada dokter yaitu adanya izin, kualifikasi, jam terbang, dan obat-obatan yang aman,” tambahnya.
Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) ini pun menyarankan agar pasien jujur ketika berkonsultasi. Misalnya apabila pasien tersebut merokok, tipikal pasien yang merokok memiliki pembuluh darah yang besar, lebih tebal, mudah pecah, kadar oksigennya buruk, sehingga penyembuhan luka akan semakin susah.
Adapun tipe pasien yang boleh melakukan sedot lemak adalah sebagai berikut:
- Indikasinya harus jelas, apakah betul pasien benar chubby atau hanya lapisannya yang tebal
- Kulit dalam keadaan sehat
- Tidak menderita penyakit mulut
- Bersedia melakukan pemeriksaan darah, apakah ada kencing manis atau penyakit kronis
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
