Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juni 2017 | 18.41 WIB

Cinta Kain Tenun? Jangan Pilih yang Cetak Meteran

Pecinta Kain Tenun Sedang Memilih Kain Tenun Asli - Image

Pecinta Kain Tenun Sedang Memilih Kain Tenun Asli

JawaPos.com - Kain nusantara memiliki banyak kekayaan motif dan teknik, salah satunya tenun. Namun jangan asal bangga mengaku pakai tenun, jika kain itu hanya tenun cetak meteran (printing). Pasalnya, kain-kain tenun cetak meteran hanya mematikan usaha para perajin tenun asli.


Sama halnya dengan batik tulis, tentu harganya jauh lebih mahal ketimbang batik printing atau batik cetak. Segala sesuatu yang dibuat langsung oleh tangan perajin (hand made), pasti selalu lebih mahal harganya. Tenun dan batik adalah sebuah teknik serta proses yang membutuhkan waktu yang lama.


“Tentu saja harganya lebih mahal, karena berbulan-bulan dan memakai warna-warna alam yang terbatas. Sedangkan untuk tenun printing pasti sangat murah karena pakai mesin dan pembuatannya dalam jumlah besar. Wajarlah untuk sesuatu yang asli pasti lebih mahal,” tegas Project Manager Switch Asia Hand Woven Textile, Miranda di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu malam (31/5).


Miranda meminta agar masyarakat harus mengerti dalam memeroleh edukasi seputar kain tradisional. Sehingga, Miranda meminta masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih kain.


“Tentu konsumen pasti cari yang lebih murah. Tetapi jangan sampai ada yang pakai tenun cetak lalu bilang saya pakai tenun lho. Ini yang masih jadi pekerjaan rumah untuk mengedukasi konsumen,” ungkapnya.


Miranda menilai tantangan yang dihadapi memang karena masalah harga. Harga tenun cetak meteran jauh lebih murah dan menggunakan mesin-mesin yang berasal dari Tiongkok. Miranda menjelaskan ke depan semestinya ada pelaku Usaha Kecil Menengah yang memersiapkan warna alam untuk kain tenun. Sehingga perajin tenun tak usah memikirkan lagi bagaimana membuat warna untuk kain.


“Ini bisa membuat proses pembuatan kain lebih cepat, menghemat waktu pengerjaan dan biaya produksi. Jadi warna sudah disiapkan oleh UKM lainnya, penenun tinggal menenun saja. Namun ini butuh teknologi dan standar. Barangkali harga kain tenun asli bisa agak lebih murah nantinya,” jelasnya. (cr1/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore