
Vice President Research & Development Paragon, dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK saat menghadiri pemaparan hasil riset Paragon di IFSCC Congress London 2022.
JawaPos.com - Bermula dari sebuah mimpi untuk mendirikan usaha yang memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan, PT Paragon Technology and Innovation (Paragon), perusahaan kosmetik lokal terbesar di Indonesia yang menaungi brand seperti Wardah, Make Over, Emina dan Kahf, konsisten berupaya dalam mewujudkannya.
Komitmen ini diimplementasikan Paragon dengan terus menghasilkan produk berkualitas yang memberikan manfaat terbaik bagi konsumen melalui inovasi tiada henti. Baru-baru ini, tim Research & Development (R&D) Paragon mengikuti forum kosmetik internasional, 32nd IFSCC Congress London 2022 dengan membawakan 10 hasil penelitian.
Vice President Research & Development Paragon, dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK dalam acara Press Conference ‘Paragon Goes to 32nd IFSCC London’ di Jatake, Tangerang menyampaikan bahwa sejak awal berdiri 37 tahun lalu sebagai pionir kosmetik halal dan serius dalam pengembangan produk. Keseriusan ini diwujudkan lewat adanya tim Research and Development (R&D) yang kini telah berkolaborasi dengan expert nasional dan global.
"Keikutsertaan tim R&D Paragon dalam IFSCC Congress di London merupakan perwujudan komitmen untuk memberikan kualitas terbaik kepada konsumen melalui teknologi yang mutakhir," ujar dr. Sari dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Kamis (6/10).
IFSCC Congress sendiri merupakan forum yang diselenggarakan oleh The International Federation of Societies of Cosmetic Chemists dimana para expert bidang kosmetik dari seluruh dunia berkumpul untuk saling bertukar wawasan mengenai teknologi dan hasil riset terbaru di bidang kosmetik.
Peserta dapat mengikuti forum ini jika lolos dalam pengiriman paper penelitian yang menjadi persyaratan. Tahun ini merupakan kali kedua Paragon mengikuti IFSCC Congress setelah sebelumnya berpartisipasi di IFSCC Congress 2021 dengan membawa 2 hasil penelitian.
Keikutsertaan Paragon dalam IFSCC Congress 2022 menunjukkan bahwa banyak talenta anak muda Indonesia yang tangguh, pembelajar, dan mau bekerja keras menghasilkan karya terbaik untuk menjadi brand kebanggaan masyarakat Indonesia.
Inovasi yang digerakkan oleh sebagian besar anak muda di Paragon telah membawa Paragon saat ini menjadi pemimpin pasar kosmetik di Indonesia. Bagi Paragon, menjadi pemimpin pasar maknanya adalah dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
Bertepatan dengan bulan peringatan Sumpah Pemuda, Paragon berharap dapat menularkan semangat dan optimisme anak muda Indonesia untuk senantiasa berinovasi menghasilkan karya berkualitas yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui keikutsertaan tim Paragonian dalam IFSCC Congress 2022, Paragon percaya bahwa karya anak bangsa mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing di kancah global serta bagaimana hilirisasi riset dapat dilakukan. Oleh karena itu, Paragon ingin mengajak anak muda Indonesia menghidupkan semangat dan optimisme dalam menghasilkan karya yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa.
Saat ini Paragon memiliki lebih dari 12.000 karyawan dan mampu memproduksi 135 juta produk personal care dan make-up setiap tahunnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
