
7 Manfaat Pelukan untuk Kesehatan Mental dan Fisik, Inilah Kenapa Berpelukan Itu Penting (Freepik/cookie_studio)
JawaPos.com - Bayangkan ini, kamu baru saja melewati hari yang buruk. Misalnya Bos marah tiba-tiba, atau internet tiba-tiba lemot padahal kerjaan sedang hectic-hecticnya. Rasanya melelahkan, bukan? Tapi kemudian, ada seseorang memelukmu. Seketika beban terasa lebih ringan, seakan dunia yang keruh itu luruh. Itulah kekuatan pelukan.
Bagi sebagian orang, pelukan adalah bahasa cinta (love language) yang utama. Namun, lebih dari sekadar gestur, pelukan sebenarnya punya dasar ilmiah. Sentuhan fisik bisa menjadi “reset” kimiawi di otak, menurunkan stres, hingga memperkuat hubungan. Sayangnya, banyak orang mengalami touch starvation atau kelaparan akan sentuhan, terutama di era modern yang serba sibuk dan individualis.
Dilansir dari kanal YouTube Psych2go, inilah membahas tujuh manfaat pelukan yang terbukti secara sains, yang penting banget untuk kamu ketahui:
1. Pelukan sebagai Reset Kimiawi Otak
Saat kamu berpelukan, otak melepaskan oksitosin, hormon yang sering disebut cuddle chemical. Hormon ini menurunkan kadar kortisol (hormon stres) sehingga tubuh dan pikiran jadi lebih rileks. Penelitian menunjukkan bahwa 4–8 pelukan sehari sangat bermanfaat untuk kesehatan emosional. Bahkan, satu pelukan singkat selama 20 detik saja bisa membantu menenangkan sistem sarafmu.
2. Pelukan Memberi Rasa Aman
Pelukan memberi sinyal pada otak bahwa kamu berada di tempat yang aman. Tekanan lembut saat dipeluk mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang membuat tubuh masuk ke kondisi rest and digest. Itu sebabnya anak kecil cepat tenang setelah dipeluk usai tantrum. Hal yang sama juga berlaku bagi orang dewasa, kadang pelukan lebih menenangkan daripada ribuan kata.
3. Pelukan Bisa Meredakan Rasa Sakit
Bukan hanya menenangkan pikiran, pelukan juga bisa mengurangi rasa sakit fisik. Saat dipeluk, tubuh melepaskan endorfin, yaitu pereda nyeri alami. Bahkan, penelitian menunjukkan penderita migrain bisa merasa lebih baik setelah menerima sentuhan penuh kasih. Bayangkan jika suatu hari rumah sakit juga meresepkan “pelukan” sebagai terapi tambahan!
4. Tidak Semua Orang Suka Pelukan, dan Itu Wajar
Penting untuk diingat, tidak semua orang merasa nyaman dengan pelukan. Bagi sebagian orang dengan trauma, sensitivitas sensorik, atau aversi terhadap sentuhan, pelukan bisa terasa mengganggu. Alternatif yang bisa dilakukan antara lain:
Menggunakan weighted blanket (selimut berbobot) untuk memberi efek menenangkan.
Melakukan self-hug atau memeluk diri sendiri.
Membangun keintiman lewat obrolan mendalam atau kehadiran yang tenang.
Dan yang paling penting, selalu mintalah izin sebelum memeluk orang lain. Konsensual adalah kunci dalam setiap bentuk kedekatan fisik.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
