Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 21.03 WIB

Move On Itu Nggak Gampang! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Orang Butuh Waktu Lama untuk Melupakan

Ilustrasi zodiak yang tak mudah menerima kalau hubungannya sudah berakhir atau zodiak yang susah move on. (Pexels/RDNE Stock project)

JawaPos.com – Move on setelah putus cinta sering kali terdengar mudah diucapkan, tetapi kenyataannya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ada orang yang bisa cepat melanjutkan hidup, namun tidak sedikit pula yang butuh waktu lama untuk benar-benar melupakan.

Mengapa move on begitu sulit? Menurut konten edukasi dari akun TikTok @unmasking.human, kesulitan ini berhubungan dengan ikatan emosional yang sudah terbentuk selama menjalin hubungan.

Otak manusia terbiasa dengan rutinitas bersama pasangan, sehingga ketika hubungan berakhir, tubuh dan pikiran tetap “mencari” keberadaan orang tersebut. Inilah yang membuat seseorang masih sering teringat meski sudah lama berpisah.

Hal senada dijelaskan akun @newronedu. Mereka menyebut bahwa saat menjalin hubungan, otak melepaskan hormon dopamin dan oksitosin—zat kimia yang memicu rasa bahagia dan keterikatan. Ketika hubungan berakhir, produksi hormon ini menurun drastis, sehingga timbul rasa kosong, cemas, dan kehilangan. Kondisi inilah yang membuat seseorang seperti “ketagihan” pada mantan, mirip dengan efek withdrawal pada kecanduan.

Motivator Merry Riana dalam salah satu konten YouTube-nya juga menegaskan, banyak orang terjebak sulit move on karena memandang masa lalu dengan idealisasi berlebihan. Ingatan tentang momen indah bersama mantan sering kali lebih dominan dibandingkan konflik atau alasan perpisahan. Akibatnya, seseorang terus berharap bisa kembali, meski sebenarnya hubungan tersebut sudah tidak sehat.

Dari sisi psikologi, ada beberapa faktor yang membuat move on terasa berat:

  1. Kenangan emosional yang mendalam. Semakin banyak pengalaman penting yang dibagi bersama mantan, semakin sulit pula untuk melepaskan.

  • Rasa takut kesepian. Banyak orang sulit move on karena khawatir tidak akan menemukan pasangan baru yang sebanding.

  • Kurangnya self-love. Menurut para pakar, individu yang kurang mencintai dirinya sendiri cenderung mencari validasi dari pasangan, sehingga kehilangan terasa lebih menyakitkan.

  • Ketidakmampuan menerima realita. Beberapa orang terus menyangkal perpisahan, berharap keadaan bisa kembali seperti semula.

  • Namun, sulit move on bukan berarti tidak ada jalan keluar. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan emosional. Pertama, batasi kontak dengan mantan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kedua, alihkan perhatian pada aktivitas positif seperti olahraga, hobi, atau mengembangkan diri. Ketiga, latih self-love dengan mengapresiasi diri sendiri, sekecil apa pun pencapaiannya.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore