
Ilustrasi. (Pexels.com)
JawaPos.com - Menyenangkan orang lain tak selalu soal kebaikan. Sering kali, keinginan itu muncul dari rasa rendah diri dan perasaan insecure yang membuat kita takut ditolak maupun ditinggalkan.
Masalahnya, kalau kebiasaan ini menempel terlalu lama, kita jadi kehilangan suara kita sendiri. Bahasa sehari-hari bisa jadi sinyalnya.
Ada frasa-frasa tertentu yang terdengar sopan di luar, tapi di dalamnya menyimpan rasa takut, rendahnya daya tawar, atau kebiasaan menomorduakan diri.
Kabar baiknya: kalau kamu sering mengucapkan kalimat-kalimat ini, bukan berarti kamu buruk. Itu cuma tanda waktunya upgrade.
Melansir dari VegOut, mari kita bahas 11 kalimat khas people pleaser dan cara menggantinya dengan batasan yang lebih sehat, tanpa kehilangan keramahan.
1. “Jangan khawatir kalau tidak bisa”
Kalimat ini mungkin terdengar santai, tapi sering berarti: “Aku takut ditolak, jadi aku menolak diriku sendiri duluan.” Perbaiki ini dengan permintaan yang jelas tapi beri opsi realistis.
Misalnya: “Bisa review ini sebelum Rabu? Kalau tidak sempat, Jumat pagi juga oke.”
2. “Apa pun yang cocok buat kamu”
Meski terdengar sopan dan tak memicu konflik tapi kalimat ini sdolah bilang: “Preferensiku nggak penting.” Bahayanya, kalau kamu selalu menyingkir, lama-lama rasa sebal menumpuk di benak.
Perbaiki ini dengan memberikan dua opsi, yakni pilihan utama dan pilihan cadangan.
Misalnya: “Aku bisa jam 2 siang, tapi kalau sibuk, jam 4 juga boleh.”
3. “Nggak apa-apa, aku nggak keberatan”
Kalimat ini sering keluar sambil ngedumel dalam hati. Kamu jadi korban jangka panjang demi harmoni sesaat. Perbaiki ini dengan memisahkan empati dan persetujuan.
Misalnya: “Aku ngerti mengerti maksudmu. Tapi aku nggak bisa malam ini.”
4. “Maaf” (buat hal sepele)
Dari jalan di pintu, sampai tanya hal kecil, para people pleaser selalu minta maaf seolah-olah napasnya mengganggu keseimbangan dunia. Untuk memperbaikinya, tukar maaf dengan “terima kasih” atau “permisi.”
Misalnya: “Terima kasih telah bersedia menunggu.”

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
