Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 16.47 WIB

11 Kalimat yang Sering Digunakan Seorang People Pleaser dan Cara untuk Memperbaikinya

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Menyenangkan orang lain tak selalu soal kebaikan. Sering kali, keinginan itu muncul dari rasa rendah diri dan perasaan insecure yang membuat kita takut ditolak maupun ditinggalkan.

Masalahnya, kalau kebiasaan ini menempel terlalu lama, kita jadi kehilangan suara kita sendiri. Bahasa sehari-hari bisa jadi sinyalnya. 

Ada frasa-frasa tertentu yang terdengar sopan di luar, tapi di dalamnya menyimpan rasa takut, rendahnya daya tawar, atau kebiasaan menomorduakan diri.

Kabar baiknya: kalau kamu sering mengucapkan kalimat-kalimat ini, bukan berarti kamu buruk. Itu cuma tanda waktunya upgrade.

Melansir dari VegOut, mari kita bahas 11 kalimat khas people pleaser dan cara menggantinya dengan batasan yang lebih sehat, tanpa kehilangan keramahan.

1. “Jangan khawatir kalau tidak bisa”

Kalimat ini mungkin terdengar santai, tapi sering berarti: “Aku takut ditolak, jadi aku menolak diriku sendiri duluan.” Perbaiki ini dengan permintaan yang jelas tapi beri opsi realistis.

Misalnya: “Bisa review ini sebelum Rabu? Kalau tidak sempat, Jumat pagi juga oke.”

2. “Apa pun yang cocok buat kamu”

Meski terdengar sopan dan tak memicu konflik tapi kalimat ini sdolah bilang: “Preferensiku nggak penting.” Bahayanya, kalau kamu selalu menyingkir, lama-lama rasa sebal menumpuk di benak.

Perbaiki ini dengan memberikan dua opsi, yakni pilihan utama dan pilihan cadangan.

Misalnya: “Aku bisa jam 2 siang, tapi kalau sibuk, jam 4 juga boleh.”

3. “Nggak apa-apa, aku nggak keberatan”

Kalimat ini sering keluar sambil ngedumel dalam hati. Kamu jadi korban jangka panjang demi harmoni sesaat. Perbaiki ini dengan memisahkan empati dan persetujuan.

Misalnya: “Aku ngerti mengerti maksudmu. Tapi aku nggak bisa malam ini.”

4. “Maaf” (buat hal sepele)

Dari jalan di pintu, sampai tanya hal kecil, para people pleaser selalu minta maaf seolah-olah napasnya mengganggu keseimbangan dunia. Untuk memperbaikinya, tukar maaf dengan “terima kasih” atau “permisi.”

Misalnya: “Terima kasih telah bersedia menunggu.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore