Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juni 2025 | 01.01 WIB

Orang yang Tak Pernah Mendapat Pujian Saat Kecil Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Menurut Psikologi

Perilaku orang yang tak pernah mendapat pujian saat kecil menurut psikologi. (Freepik/ freepik) - Image

Perilaku orang yang tak pernah mendapat pujian saat kecil menurut psikologi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Menurut psikologi, pengalaman masa kecil yang minim pujian atau apresiasi sering kali meninggalkan jejak mendalam dalam pembentukan kepribadian dan pola perilaku seseorang saat dewasa.

Mereka yang tumbuh tanpa merasakan validasi atau penghargaan sejak kecil cenderung memperlihatkan sejumlah perilaku khas sebagai bentuk kompensasi atas luka batin yang tak pernah disadari.

Ketidakmampuan untuk merasa cukup dan dihargai sering kali membuat mereka terjebak dalam lingkaran overthinking, takut gagal, dan merasa tidak layak atas kesuksesan yang diraih.

Inilah alasan mengapa memahami berbagai perilaku orang yang tak pernah mendapat pujian saat kecil penting dalam sudut pandang psikologi, karena setiap tindakan mereka kerap berakar dari luka masa lalu yang belum selesai.

Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (16/6), diterangkan bahwa ada tujuh perilaku orang yang tak pernah mendapat pujian saat kecil menurut psikologi.

  1. Keterlaluan untuk berprestasi

Dorongan internal untuk membuktikan kemampuan diri menjadi motivasi tersendiri bagi mereka yang tidak mendapatkan pengakuan semasa kecil.

Setiap pencapaian dianggap sebagai kesempatan untuk menunjukkan potensi yang tersembunyi.

Mereka cenderung bekerja lebih keras dibandingkan rekan sebayanya dalam berbagai bidang kehidupan.

Akademik, profesi, hingga hobi menjadi medan untuk memperoleh pengakuan yang selama ini terlewatkan.

Mekanisme pertahanan diri ini mendorong individu untuk selalu mencapai standar tertinggi dalam setiap aktivitas.

Tanpa disadari, mereka menggunakan prestasi sebagai alat untuk memvalidasi eksistensi dirinya.

Keberhasilan bukan sekadar pencapaian, melainkan pembuktian diri. Namun, penting untuk memahami bahwa motivasi semacam ini dapat berdampak positif maupun negatif tergantung perspektif individu.

  1. Kesulitan menerima pujian

Respon awal ketika menerima apresiasi adalah penolakan atau pengalihan pembicaraan. Mekanisme pertahanan diri yang terbentuk sejak masa kanak-kanak membuat mereka merasa tidak layak menerima pengakuan.

Setiap kali mendapatkan pujian, mereka cenderung merendahkan diri atau membuat lelucon untuk meredakan ketidaknyamanan.

Akar masalah ini berasal dari pengalaman masa kecil di mana prestasi selalu diabaikan atau dianggap biasa saja.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore