Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 14.00 WIB

Cara Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong Melalui Bahasa Tubuh secara Akurat dan Tidak Menghakimi

Ilustrasi seseorang berbohong lewat bahasa tubuh. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang berbohong lewat bahasa tubuh. (Freepik)

JawaPos.com – Menilai kejujuran seseorang melalui bahasa tubuh dapat membantu memahami komunikasi nonverbal dalam interaksi sehari-hari.

Bahasa tubuh merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang ditunjukkan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan postur.

Memahami ciri-ciri kebohongan melalui bahasa tubuh memungkinkan identifikasi lebih dini terhadap ketidakjujuran dalam percakapan.

Berikut cara mengetahui seseorang sedang berbohong melalui bahasa tubuh secara akurat dan tidak menghakimi dilansir dari laman Betterhelp, Minggu (1/6):

1. Perhatikan Postur Tubuh

Postur yang berubah drastis dari biasanya bisa mengindikasikan ketidaknyamanan. Duduk dengan tubuh tertutup seperti menyilangkan tangan atau merapatkan kaki dapat menunjukkan rasa gugup.

Sebaliknya, postur yang dibuat terlalu terbuka atau tegang bisa menjadi bentuk kompensasi untuk menutupi kegugupan. Perubahan posisi tubuh yang cepat juga bisa mencerminkan usaha menyembunyikan sesuatu.

2. Respons terhadap Stres

Tanda stres dapat muncul melalui perubahan kecil seperti menarik kerah, menyentuh wajah, atau memainkan tangan. Saat mengalami tekanan, tubuh akan mempercepat pernapasan dan meningkatkan detak jantung.

Hal ini bisa terlihat dari warna kulit yang berubah kemerahan atau keringat berlebih. Gejala-gejala ini biasanya tidak dapat dikendalikan secara sadar.

3. Wajah sebagai Indikator Utama

Ekspresi mikro seperti mengerutkan kening, menggigit bibir, atau melebarkan lubang hidung bisa muncul seketika saat berbohong. Kontak mata juga menjadi petunjuk, seperti menghindar atau menatap terlalu lama.

Gerakan mata yang cepat menunjukkan otak sedang bekerja keras untuk menyusun narasi. Perubahan mimik wajah yang tidak konsisten dengan ucapan seringkali menjadi petunjuk kunci.

4. Tanda-Tanda Berpikir Berlebihan

Jeda panjang saat berbicara bisa mengindikasikan waktu yang digunakan untuk menyusun kebohongan. Isyarat seperti menyentuh wajah, memainkan rambut, atau menggesek hidung sering muncul saat berpikir keras.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore