
Ilustrasi orang yang sedang menenangkan pikiran.
JawaPos.com - Disaat pikiran terlalu banyak menampung beban atau informasi, sering kali kita merasa kewalahan, dan ini bisa berakibat ke segala aspek kehidupan kita.
Maka dari itu, penting untuk menarik diri dari keramaian atau kebisingan, lalu berhenti sejenak dan terkoneksi dengan alam atau Sang Pencipta. Metode tersebut sering kali disebut ritual yang menenangkan.
Dilansir dari laman Your Tango pada Minggu (18/05) inilah 5 ritual menenangkan disaat terlalu banyak pikiran hingga kemampuan otak menurun, di antaranya adalah:
1. Beristirahatlah dari berita internet dan media sosial selama sebulan
Selama ritual 30 hari, ingatkan dirimu tentang apa yang benar di dunia. Entah itu memiliki hewan peliharaan, ada hobi yang diabaikan, atau menikmati waktu dengan keluarga.
Kembalilah dengan orang-orang yang memiliki gairah jiwa yang sama denganmu. Carilah orang-orang yang terhubung dengan bumi seperti pergi hiking, mengamati burung, berkemah, atau apapun di luar ruangan.
Telah terbukti bahwa, selain kesehatan fisik, berjalan dan keluar dapat berfungsi sebagai antidepresan alami tanpa efek samping, yang berarti meningkatkan pengaturan emosi dan suasana hati.
Ketika kamu menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, menjadi lebih terhubung dengan diri sendiri, pikiran terdalam, dan lanskap batin sendiri. Kamu mungkin tidak lagi merasa termakan oleh masalah, tetapi temukan solusinya.
2.Membuat papan visi
Pada papan visi ini, seharusnya ada satu kata yang ditempatkan di tengah, yakni kebenaran. Seiring berjalannya tahun, kamu akan menempatkan gambar atau frasa di papan ini untuk mencerminkan kebenaran tentang tujuan hidup.
Kebenaran tentang hal yang ingin kamu tinggalkan untuk dipelajari atau ditemukan orang lain setelah tidak lagi di sini. Kebenaran tentang janji kepada dunia dan cara melakukannya.
3. Menghadiri acara sosial mingguan
Terhubung dengan orang lain yang percaya kebenaran yang sama tentang perjalanan mereka di bumi ini. Pastikan pengalaman ini memberi kamu cinta dan koneksi, dan bukan rasa takut atau penilaian.
Buat catatan dan jurnal setelah setiap peristiwa. Dengarkan hatimu saat berada di tempat-tempat ini. Sebuah studi dari American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa peningkatan rasa keterhubungan sosial bermanfaat dalam mengurangi stres dan kecemasan.
4. Memprioritaskan perawatan diri

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
