JawaPos.com - Wawancara kerja adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Anda adalah kandidat terbaik kepada pemilik kerja. Jadi, menghindari mengatakan hal-hal yang bisa membuat pewawancara ragu adalah yang terpenting.
Dengan sedikit persiapan dan strategi dalam menjawab pertanyaan, Anda bisa meninggalkan kesan positif dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan impian Anda.
Namun, banyak orang yang tanpa sadar mengatakan hal-hal yang bisa merusak peluang mereka mendapatkan pekerjaan. Kata-kata yang terkesan sepele ini bisa mencerminkan kurangnya persiapan, sikap negatif, atau bahkan kurangnya minat pada posisi yang dilamar.
Agar Anda tidak melakukan kesalahan yang sama, berikut adalah tujuh frasa yang sebaiknya tidak Anda ucapkan saat wawancara kerja, dikutip dari Personal Branding Blog, Rabu (19/3).
1. "Saya tidak tahu banyak tentang perusahaan ini"
Kalimat ini menunjukkan bahwa Anda tidak melakukan riset sebelum wawancara, yang bisa membuat pewawancara berpikir Anda tidak serius.
Sebagai gantinya, luangkan waktu untuk mencari tahu tentang perusahaan—mulai dari visi, misi, hingga proyek terbaru mereka. Jika Anda benar-benar belum banyak tahu, Anda bisa mengatakan, “Saya sangat tertarik dengan perusahaan ini, terutama setelah membaca tentang proyek X yang baru-baru ini diluncurkan.”
2. "Saya bisa mengerjakan apa saja"
Meskipun terdengar fleksibel, kalimat ini sebenarnya tidak memberikan gambaran jelas tentang keahlian dan tujuan karier Anda.
Alih-alih mengatakan ini, coba jelaskan bidang spesifik yang Anda kuasai dan bagaimana keterampilan Anda bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan.
Misalnya, “Saya memiliki pengalaman dalam pemasaran digital, terutama dalam kampanye media sosial dan analisis data.”
3. "Atasan/tim saya sebelumnya sangat buruk"
Mengeluh tentang pekerjaan atau rekan kerja sebelumnya bisa memberikan kesan negatif. Pewawancara bisa berpikir bahwa Anda sulit bekerja dalam tim atau memiliki sikap yang kurang profesional.
Jika Anda pernah mengalami tantangan di pekerjaan sebelumnya, fokuslah pada bagaimana Anda mengatasinya dan apa yang Anda pelajari.
Misalnya, “Di tempat kerja sebelumnya, saya menghadapi tantangan dalam komunikasi tim, tetapi saya belajar bagaimana menyampaikan pendapat dengan lebih efektif.”
4. "Saya tidak punya pertanyaan"
Saat pewawancara bertanya, “Apakah Anda punya pertanyaan?” dan Anda menjawab tidak, itu bisa dianggap sebagai tanda kurangnya minat.
Siapkan beberapa pertanyaan sebelum wawancara, seperti “Bagaimana budaya kerja di sini?” atau “Apa tantangan terbesar yang dihadapi tim ini saat ini?”
5. "Jadi, apa sebenarnya tugas dalam posisi ini?"
Menanyakan hal ini menunjukkan bahwa Anda belum membaca deskripsi pekerjaan dengan baik.
Sebagai gantinya, buat pertanyaan yang menunjukkan Anda sudah memahami posisi tersebut, tetapi ingin tahu lebih dalam. Contohnya, “Saya melihat bahwa peran ini melibatkan banyak kerja sama antar tim. Bisa ceritakan lebih banyak tentang bagaimana tim di sini berkolaborasi?”
6. "Saya hanya ingin pekerjaan ini sebagai batu loncatan"
Jujur soal rencana masa depan itu baik, tapi jika Anda mengatakan ini, pewawancara bisa berpikir bahwa Anda hanya akan bekerja sebentar dan tidak berkomitmen.
Lebih baik katakan, “Saya ingin terus berkembang dalam bidang ini, dan saya melihat perusahaan ini sebagai tempat yang tepat untuk mengasah keterampilan saya dalam jangka panjang.”
7. "Saya hanya butuh pekerjaan"
Meskipun mungkin itu benar, kalimat ini membuat Anda terdengar putus asa dan kurang peduli dengan pekerjaan itu sendiri.
Alih-alih, tunjukkan ketertarikan pada peran tersebut dengan mengatakan, “Saya sangat tertarik dengan posisi ini karena saya memiliki keterampilan yang sesuai dan ingin berkontribusi dalam tim ini.”