Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 23.17 WIB

7 Tanda Halus Bahwa Pernikahanmu sedang Berantakan: Salah Satunya Ketika Percakapan Sudah Bersifat Transaksional

Ilustrasi pernikahan yang berantakan.(Pexels.com/TimurWeber) - Image

Ilustrasi pernikahan yang berantakan.(Pexels.com/TimurWeber)

JawaPos.com - Pernikahan merupakan perjalanan hidup manusia yang paling panjang dan harus banyak belajar setiap harinya. Pada kenyataannya memang hubungan sakral ini bukan lagi tentang romantisme belaka.

Pernikahan adalah bersatunya dua sejoli dengan latar belakang yang berbeda, maka dari itu perbedaan pendapat dan sudut pandang pasti tidak bisa dihindari meskipun mereka sefrekuensi.

Dalam pernikahan juga kita tidak bisa mudah menyerah begitu saja, selagi semuanya bisa diperbaiki, maka berusahalah semaksimal mungkin.

Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Jumat (28/02) inilah 7 tanda halus bahwa pernikahanmu sedang berantakan

1. Percakapan sebagian besar menjadi transaksional

Pernikahan yang kuat dibangun di atas percakapan yang bermakna seperti berbagi pikiran, mimpi, dan bahkan momen-momen kecil yang membentuk kehidupan sehari-hari.

Tetapi ketika sebuah hubungan mulai melemah, sesuatu yang halus terjadi, yakni percakapan menjadi murni transaksional. Alih-alih diskusi mendalam atau bercanda ria, sebagian besar interaksi berkisar pada logistik.

Kabar baiknya, dengan mengenali perubahan ini lebih awal memberi kamu kesempatan untuk lebih disengaja—mengajukan pertanyaan yang lebih dalam, berbagi pemikiran pribadi, dan membuat ruang untuk koneksi nyata lagi.

2. Mendukung satu sama lain bukan lagi sebagai rutinitas

Ketika sesuatu yang membuat stres terjadi di tempat kerja, kita biasa pulang dan melampiaskan kepada pasangan. Tapi jika kebiasaan itu sudah tidak ada lagi, maka menjadi tanda bahwa pernikahanmu sedang berantakan.

Ketika pasangan berhenti berbagi dan mendukung satu sama lain di saat-saat sulit, ikatan emosional itu memudar. 

3. Lebih nyaman diam daripada berbicara

Jika biasanya kita dan pasangan sudah biasa bercengkerama bahkan membicarakan hal yang kecil, tapi suatu waktu berubah menjadi hening dan diam.

Psikolog Esther Perel berkata, "Kualitas hidupmu pada akhirnya tergantung pada kualitas hubunganmu." Ketika keheningan menggantikan koneksi nyata, sesuatu yang penting akan hilang.

Keheningan bisa menghibur, tetapi juga bisa menjadi peringatan bahwa cinta perlahan akan memudar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore