Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Februari 2025 | 16.43 WIB

Jika Anda Ingin Tetap Dekat dengan Anak Anda Saat Mereka Dewasa, Jangan Lakukan 8 Sikap Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang tua yang tetap dekat dengan anak saat mereka dewasa. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang tua yang tetap dekat dengan anak saat mereka dewasa. (Freepik)

JawaPos.com – Menjaga hubungan yang erat dengan anak saat mereka tumbuh dewasa bukanlah hal yang mudah.

Seiring bertambahnya usia, mereka mulai memiliki kehidupan, tanggung jawab, dan pemikiran sendiri yang mungkin berbeda dari orang tua.

Jika tidak berhati-hati, sikap yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk perhatian justru bisa membuat anak merasa terkekang atau tidak dihargai.

Banyak orang tua tanpa sadar melakukan hal-hal yang membuat anak semakin menjauh. Padahal, agar hubungan tetap harmonis, diperlukan keseimbangan antara kasih sayang dan penghormatan terhadap kemandirian anak.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali sikap-sikap yang bisa membuat hubungan dengan anak merenggang agar dapat menghindarinya.

Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Selasa (25/2), berikut merupakan 8 sikap yang harus dihindari agar tetap dekat dengan anak saat mereka dewasa.

1. Menganggap anak yang sudah dewasa seperti masih kecil

Ketika anak masih kecil, orang tua memiliki tanggung jawab penuh untuk mengasuh, mendidik, dan melindungi mereka. Namun, seiring bertambahnya usia, anak mulai membentuk identitas dan kehidupannya sendiri.

Sayangnya, ada sebagian orang tua yang tetap memperlakukan anak seperti milik pribadi, yang harus selalu diarahkan sesuai keinginan mereka.

Misalnya, terlalu ikut campur dalam memilih jurusan kuliah, pekerjaan, bahkan pasangan hidup anak. Jika orang tua terus memaksakan kehendak, anak bisa merasa tidak dihargai dan semakin menjauh.

Orang tua yang tetap memiliki hubungan dekat dengan anak mereka yang telah dewasa cenderung mengerti bahwa hubungan harus berkembang menjadi lebih setara.

Mereka tidak lagi mengontrol, tetapi berperan sebagai pendukung dan penasihat yang menghormati pilihan sang anak.

2. Terlalu sering mengkritik pilihan hidup anak

Anak yang sudah dewasa tetap ingin mendapatkan dukungan dan pengakuan dari orang tuanya. Namun, jika orang tua terus-menerus mengkritik pilihan anak, ini justru bisa membuat mereka merasa tidak cukup baik atau tidak dihargai.

Contohnya, mengomentari pilihan pekerjaan dengan berkata, "Kenapa kamu kerja di situ? Gajinya kecil dan nggak ada jenjang karier." atau meremehkan pasangan yang dipilih anak dengan komentar seperti, "Dia bukan orang yang tepat untukmu."

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore