
Ilustrasi orang yang cerdas secara emosional. (Freepik)
JawaPos.com – Stres pasti pernah melanda siapa pun tanpa terkecuali. Namun, hanya orang yang cerdas secara emosional lah yang mampu menanganinya dengan baik tanpa merugikan siapapun.
Menurut Forbes, sebelum amarah atau stres benar-benar berkuasa di dalam diri, orang dengan kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) mampu mengenali perasaan tersebut.
Mereka bahkan cenderung menunjukan sikap tenang meskipun awalnya merasakan tekanan. Seperti apa sikap orang cerdas secara emosional saat menghadapi situasi yang membuatnya stres berat?
Stres membuat seseorang jadi lebih mudah terbawa emosi, sehingga orang dengan kecerdasan emosional berusaha mengenali tanda-tanda ini sebelum akhirnya melewati batas.
Setelah itu, mereka tak langsung menghadapi masalah, melainkan mengambil jarak sejenak. Menarik napas, beristirahat sejenak, dan mengambil jeda waktu untuk berpikir merupakan langkah kunci dalam manajemen stress.
Setelah situasi menjadi lebih tenang, seseorang bisa merespons segala sesuatunya dengan lebih bijak dan mengedepankan perspektif lebih baik.
Salah satu cara yang bisa ditempuh sebelum merespons sebuah konflik yaitu menuangkan segala emosi ke dalam tulisan.
Forbes mengatakan menulis dengan penuh emosi tanpa membiarkan orang lain tahu, dapat membangun kebiasaan produktif.
Sebelum reaksi emosional dapat dikalahkan oleh logika, tidak ada satupun keluhan dalam jurnal yang boleh keluar.
Orang yang cerdas secara emosional tidak segan memanfaatkan layanan konseling di tempat kerja ataupun curhat kepada seseorang yang mereka percaya.
Alasannya, mereka memang punya keterampilan sosial untuk berkomunikasi dengan baik, membangun hubungan, dan punya kesadaran menyelesaikan konflik. Bagi mereka, tak ada salahnya bicara kepada orang lain asalkan bisa dipercaya.
Menyadari pemicu stres adalah langkah pertama dalam menghadapi suatu tekanan. Apakah ini berasal dari seseorang, atau situasi tertentu? Apapun itu, orang dengan kecerdasan emosional akan mengendalikan reaksi.
Setelah itu, barulah menggunakan teknik menarik napas dalam, minum air putih, dan berjalan sebentar, demi menetralkan hormon stes. Apabila sudah benar-benar tenang, inilah waktu yang tepat menghadapi permasalahan dengan menyusun strategi bijaksana.
Kesadaran diri dan menerima emosi yang muncul sangat diperlukan. Tidak perlu melawan atau bahkan menyangkal stres yang datang.
Ketika sudah bisa mempertahankan kesadaran diri, barulah memutuskan tindakan apa yang tepat sebagai solusi terbaik.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
