
Bagi kaum narsistik, media sosial lebih dari sekadar tempat berbagi melainkan juga ajang pamer dan mencari validasi. Berikut beberapa hal yang mereka banggakan!
JawaPos.com - Media sosial telah menjadi panggung bagi banyak orang untuk berbagi hidup mereka. Namun, bagi kaum narsistik, platform ini lebih dari sekadar tempat berbagi melainkan juga ajang pamer dan mencari validasi.
Psikologi menunjukkan bahwa hal yang dibanggakan orang narsistik di media sosial bukanlah sesuatu yang acak. Setiap unggahan yang mereka buat dirancang dengan hati-hati untuk menciptakan citra diri yang sempurna dan menarik perhatian sebanyak mungkin.
Dari hubungan asmara hingga pencapaian pribadi, menurut News Reports pada Selasa (18/2) berikut adalah tujuh hal yang paling sering mereka pamerkan di media sosial dan alasan psikologis di baliknya.
1. Hubungan Mereka yang “Sempurna”
Pernah melihat seseorang yang setiap minggu mengunggah foto mesra dengan pasangan, lengkap dengan caption penuh cinta? Tentu, berbagi kebahagiaan itu wajar. Tapi kalau setiap postingan terasa seperti skrip drama romantis yang terlalu dibuat-buat, bisa jadi ada alasan lain di baliknya.
Orang narsistik suka membanggakan hubungan mereka bukan karena benar-benar menghargai pasangan, tetapi karena hubungan tersebut menjadi simbol status. Mereka ingin dilihat sebagai sosok yang diidamkan, sukses, dan layak dikagumi. Setiap unggahan adalah cara mereka untuk mengatakan, "Lihat betapa menakjubkannya aku, bahkan pasangan romantisku pun sempurna."
2. Pembelian Mahal
Dari jam tangan mewah hingga mobil sport, orang narsistik suka memamerkan barang-barang mahal mereka. Psikologi menunjukkan bahwa kepemilikan materi bagi mereka bukan hanya soal menikmati barang tersebut, tetapi lebih kepada bagaimana orang lain melihatnya.
Jika seseorang lebih sering mengunggah foto tas bermerek atau tagihan makan malam di restoran bintang lima dibandingkan momen pribadi lainnya, bisa jadi itu adalah bagian dari strategi untuk menciptakan kesan bahwa mereka kaya, sukses, dan superior.
3. Seberapa Banyak Mereka Bekerja
Unggahan foto laptop di tengah malam dengan caption "Sukses butuh pengorbanan" atau selfie di pesawat kelas bisnis dengan kalimat "Kerja keras membuahkan hasil"—kedengarannya familiar?
Bagi sebagian orang, kerja keras adalah dedikasi. Tapi bagi kaum narsistik, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mereka lebih ambisius, lebih produktif, dan lebih unggul daripada yang lain.
Dalam psikologi, narsisme sering dikaitkan dengan kebutuhan untuk dikagumi, dan cara mereka mencari perhatian adalah dengan menunjukkan betapa tak terhentikannya mereka dalam mengejar kesuksesan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
