
Ilustrasi Orang yang Tumbuh Tanpa Sosok Ibu yang Penuh Kasih Sayang
JawaPos.com - Tidak semua orang tumbuh dengan sosok ibu yang penuh cinta dan perhatian. Beberapa mengalami pengabaian emosional, sementara yang lain sama sekali tidak pernah merasakan kehangatan ibu dalam hidup mereka.
Ketika anak tidak mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang seharusnya datang dari ibu, mereka belajar bertahan dengan cara mereka sendiri.
Tanpa kasih sayang bunda, kepribadian anak berkembang dengan pola yang berbeda—kadang lebih kuat, kadang lebih rapuh. Dan tanpa kita sadari, pengalaman masa kecil itu membentuk siapa kita saat dewasa.
Dilansir dari laman Geediting.com pada Minggu (9/2) berikut adalah delapan sifat yang sering berkembang pada mereka yang tumbuh dengan dampak motherless.
1. Harga Diri Rendah
Orang yang tumbuh tanpa kehangatan ibu sering kali merasa tidak cukup baik, tidak cukup berharga. Tidak peduli seberapa banyak yang mereka capai, selalu ada suara kecil di kepala yang mengatakan bahwa itu belum cukup.
Mereka mungkin ragu terhadap nilai diri mereka dalam hubungan, pekerjaan, atau bahkan dalam keputusan kecil sehari-hari. Kurangnya validasi dari sosok ibu sejak kecil membuat mereka sulit percaya pada kemampuan sendiri.
2. Sulit Mempercayai Orang Lain
Ketika seseorang yang seharusnya mencintai dan melindungi kita tidak hadir secara emosional, sulit untuk percaya bahwa orang lain akan ada untuk kita. Orang dengan dampak motherless sering mengembangkan pola pikir "aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri."
Akibatnya, mereka cenderung menjaga jarak dalam hubungan, sulit membuka diri, dan selalu siap menghadapi kemungkinan dikecewakan.
3. Sangat Mandiri
Tidak adanya sosok ibu yang bisa diandalkan sejak kecil membuat seseorang belajar untuk mengurus dirinya sendiri lebih awal. Saat dewasa, ini berubah menjadi kemandirian ekstrem. Mereka jarang meminta bantuan, lebih suka menyelesaikan masalah sendiri, dan bahkan bisa merasa bersalah jika harus bergantung pada orang lain.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami pengabaian emosional sering mengembangkan hiper-kemandirian sebagai mekanisme bertahan. Mereka takut kecewa, jadi mereka memilih untuk tidak terlalu mengandalkan siapa pun.
4. Kesulitan Mengatur Emosi
Anak-anak biasanya belajar memahami dan mengelola emosi dari ibunya. Namun, tanpa kasih sayang bunda, regulasi emosi bisa menjadi tantangan besar. Mereka mungkin merasa emosi datang dalam bentuk ekstrem, menahan semua perasaan di satu waktu, lalu tiba-tiba merasa sangat kewalahan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
