Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 22.06 WIB

10 Kebiasaan Sehari-hari Perempuan yang Sering Bad Mood Menurut Psikologi, Salah Satunya Terlalu Mengejar Kebahagiaan

 
 

ilustrasi seseorang sedang badmood ketika bekerja./benzoix on freepik

 
JawaPos.com - Beberapa perempuan di sekitar kita pasti selalu ada yang terlihat murung atau mudah kesal, dan bad mood. Seolah apa pun yang terjadi selalu ada hal yang mengganggu mereka. Apakah ini sekadar kepribadian mereka, atau ada faktor lain yang berperan?
 
Psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari berpengaruh besar terhadap suasana hati perempuan yang selalu bad mood. 
 
Cara berpikir, bertindak, dan bereaksi terhadap sesuatu bisa membuat seseorang terjebak dalam pola negatif—tanpa mereka sadari.
 
Nah, jika Anda mengenal seseorang yang selalu tampak bad mood (atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya), bisa jadi hal itu dipicu oleh kebiasaan berikut ini, dikutip dari News Reports, Kamis (6/2).
 
1. Selalu Fokus pada Hal Negatif
 
Ada orang yang selalu melihat sisi buruk dalam setiap situasi. Apa pun yang terjadi, mereka lebih memperhatikan apa yang salah atau kemungkinan buruk yang bisa terjadi.
 
Menurut psikologi, kebiasaan ini bisa memperburuk suasana hati. Jika Anda terbiasa mencari hal negatif, otak akan mulai mengharapkannya dan bahkan secara aktif mencarinya.
 
William James, seorang psikolog terkenal, pernah berkata, "Senjata terbaik melawan stres adalah kemampuan kita memilih pikiran yang lebih baik." 
 
Sayangnya, orang yang sering bad mood cenderung memilih pikiran negatif, yang pada akhirnya membuat mereka semakin sulit merasa bahagia.
 
2. Memulai Hari dengan Cara yang Salah
 
Banyak orang tanpa sadar mengawali hari dengan kebiasaan buruk yang langsung memengaruhi suasana hati mereka. 
 
Misalnya, mengecek ponsel begitu bangun tidur—membaca email, melihat berita, atau menelusuri media sosial.
 
Psikolog Carl Jung mengatakan, "Sampai Anda menyadari kebiasaan bawah sadar Anda, kebiasaan itu akan terus mengendalikan hidup Anda." 
 
Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat seseorang memulai hari dalam keadaan reaktif, bukannya tenang.
 
Mengubah rutinitas pagi dengan hal yang lebih positif, seperti meditasi atau sekadar menarik napas dalam, bisa membawa perubahan besar pada suasana hati sepanjang hari.
 
3. Menyimpan Dendam
 
Hidup memang tidak selalu adil. Orang lain bisa menyakiti atau mengecewakan kita, dan tidak semua dari mereka akan meminta maaf. Namun, terus menyimpan dendam justru lebih merugikan diri sendiri.
 
Sigmund Freud pernah mengatakan, "Emosi yang tidak tersalurkan tidak akan hilang, mereka hanya terkubur dan akan muncul kembali dalam bentuk yang lebih buruk."
 
Orang yang sering bad mood biasanya membawa beban emosional dari masa lalu yang seharusnya sudah mereka lepaskan.
 
4. Dikelilingi oleh Orang-Orang Negatif
 
Lingkungan sosial berpengaruh besar terhadap suasana hati. Jika Anda terus berada di sekitar orang-orang yang suka mengeluh, mengkritik, atau membawa energi negatif, lama-kelamaan Anda juga akan terpengaruh.
 
Psikolog Jim Rohn mengatakan, "Anda adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama." 
 
Jadi, jika Anda merasa sering bad mood, coba evaluasi apakah lingkungan sekitar Anda terlalu dipenuhi hal-hal negatif.
 
5. Terlalu Mengejar Kebahagiaan
 
Mungkin terdengar aneh, tapi terkadang orang yang paling sering merasa tidak bahagia justru adalah mereka yang terlalu keras mengejar kebahagiaan. 
 
Mereka percaya bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang harus mereka capai—pekerjaan yang sempurna, pasangan yang ideal, atau pencapaian tertentu.
 
Namun, Viktor Frankl, seorang psikolog terkenal, berkata, "Kebahagiaan tidak bisa dikejar; kebahagiaan adalah hasil dari makna yang kita temukan dalam hidup."
 
Orang yang selalu merasa kurang puas cenderung terjebak dalam pencarian yang tidak ada akhirnya, sehingga mereka terus-menerus merasa tidak cukup bahagia.
 
6. Tidak Mengambil Tanggung Jawab atas Emosi Sendiri
 
Kita semua pasti mengalami hari yang buruk. Tapi beberapa orang cenderung menyalahkan keadaan atau orang lain atas suasana hati mereka.
 
Albert Ellis, seorang psikolog terkemuka, mengatakan, "Tahun-tahun terbaik dalam hidup Anda adalah saat Anda menyadari bahwa masalah Anda adalah tanggung jawab Anda sendiri."
 
Orang yang selalu bad mood sering kali kehilangan kendali atas emosi mereka karena mereka membiarkan faktor eksternal menentukan perasaan mereka.
 
7. Mengabaikan Kebutuhan Diri Sendiri
 
Banyak orang merasa perlu selalu produktif, mengatakan "iya" pada semua permintaan, dan mengutamakan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri. 
 
Akibatnya, mereka kelelahan secara fisik dan emosional, yang akhirnya berdampak pada suasana hati.
 
Abraham Maslow pernah mengatakan, "Seorang musisi harus bermusik, seorang seniman harus melukis, seorang penyair harus menulis, jika mereka ingin damai dengan dirinya sendiri."
 
Orang yang sering bad mood sering kali tidak menyadari bahwa mereka sudah mengabaikan kebutuhan dasar mereka sendiri.
 
8. Terlalu Banyak Mengingat Masa Lalu
 
Beberapa orang menghabiskan waktu mereka untuk mengingat kesalahan di masa lalu, menyesali keputusan, atau mengulang kembali momen memalukan dalam pikiran mereka.
 
Carl Rogers mengatakan, "Paradoksnya adalah, ketika kita menerima diri kita apa adanya, justru saat itulah kita bisa berubah."
 
Namun, orang yang terus-menerus hidup di masa lalu sulit untuk move on dan menikmati kehidupan mereka di masa kini.
 
9. Menghindari Konflik
 
Menghindari konflik tampaknya seperti cara yang baik untuk menjaga ketenangan, tetapi kenyataannya, memendam emosi hanya akan membuat seseorang semakin frustrasi dan stres.
 
Banyak orang yang sering bad mood tidak menyadari bahwa kemarahan mereka bukan berasal dari orang lain, tetapi dari hal-hal yang selama ini mereka tahan dan tidak pernah diungkapkan.
 
 
10. Tidak Mempraktikkan Rasa Syukur
 
Ada masa ketika saya terlalu fokus pada apa yang belum saya miliki sehingga saya tidak menyadari hal-hal baik yang sudah ada di hidup saya. Akibatnya, saya selalu merasa kurang dan tidak puas.
 
Martin Seligman, seorang psikolog di bidang psikologi positif, mengatakan, "Saat kita meluangkan waktu untuk memperhatikan hal-hal baik, kita mendapatkan banyak momen kecil yang membuat kita lebih bahagia."
 
Orang yang sering bad mood biasanya tidak melatih kebiasaan bersyukur. Mereka lebih banyak melihat apa yang kurang dalam hidup mereka, daripada mensyukuri apa yang sudah ada.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore