Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2025 | 19.00 WIB

Ailurophobia: Takut Berlebihan pada Kucing, Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya!

Ailurophobia takut kucing. (Freepik/ freepik) - Image

Ailurophobia takut kucing. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Bagi sebagian orang, kucing adalah hewan peliharaan yang menggemaskan dan penuh kasih sayang.

Namun, bagi mereka yang mengalami ailurophobia, keberadaan hewan ini justru bisa menimbulkan rasa takut yang luar biasa.

Dalam dunia fobia yang beragam, ailurophobia atau ketakutan terhadap kucing mungkin terdengar tidak lazim bagi sebagian orang, mengingat hewan ini merupakan salah satu peliharaan yang paling populer di dunia.

Apa itu ailurophobia?

Dilansir dari healtline pada Rabu (5/2), dijelaskan bahwa Ailurophobia, yang juga dikenal dengan nama elurophobia, gatophobia, atau felinophobia, merupakan kondisi di mana seseorang mengalami ketakutan yang intens terhadap kucing.

Berbeda dengan rasa takut biasa atau pengalaman tidak menyenangkan dengan kucing, penderita fobia ini mengalami kecemasan yang ekstrem bahkan hanya dengan memikirkan atau melihat gambar kucing.

Kondisi ini bukan sekadar reaksi berlebihan, melainkan gangguan fobia spesifik yang dapat berdampak serius pada kehidupan sehari-hari. Pasalnya, ia bisa saja menjauh seketika bertemu dengan kucing, meskipun ia dalam kondisi yang penting seperti bekerja, belajar dan lain sebagainya.

Penderitanya mungkin menghindari mengunjungi teman yang memelihara kucing, menjauh dari rekan kerja yang membicarakan kucingnya, atau bahkan membatasi aktivitas di luar rumah karena takut bertemu kucing.

Penyebab rasa takut

Dikutip dari Cleveland Clinic pada Rabu (5/2), bahwa beberapa faktor dapat memicu berkembangnya ailurophobia. Pengalaman traumatis dengan kucing, seperti pernah diserang atau melihat orang lain diserang kucing, sering menjadi akar permasalahan.

Selain itu, cerita-cerita negatif, seperti mitos kucing pembawa sial atau kisah-kisah dari Abad Pertengahan yang mengaitkan kucing dengan penyihir dan iblis, dapat mempengaruhi persepsi seseorang.

Faktor genetik juga berperan penting, di mana risiko fobia ini meningkat jika ada anggota keluarga dekat yang memiliki gangguan fobia atau kecemasan.

Pembelajaran sosial, seperti melihat orang lain yang memiliki ketakutan terhadap kucing atau mendengar cerita-cerita menakutkan tentang kucing, juga dapat memicu terbentuknya fobia ini.

Gejala yang Muncul

Ailurophobia memiliki spektrum gejala yang luas, dari ringan hingga berat. Secara emosional, penderita dapat mengalami kecemasan berlebihan saat memikirkan atau mendengar suara kucing seperti mendengkur, mendesis, atau mengeong. Mereka juga dapat menghabiskan waktu berlebihan untuk memikirkan cara menghindari kucing.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore