Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Januari 2025 | 12.34 WIB

Intip 7 Ciri Kepribadian Pria Tua yang Meninggalkan Pernikahan Mereka Demi Perempuan Muda, Kata Psikologi

Kepribadian Pria Tua yang Meninggalkan Pernikahan Mereka Demi Perempuan Muda./Freepik..

JawaPos.com - Tidak dapat dipungkiri, ada sejumlah pria tua yang meninggalkan pernikahan mereka demi perempuan muda. Meski sering kali mengecewakan, keputusan ini tidak terjadi begitu saja. 

Dalam banyak kasus, faktor psikologis memainkan peran besar dalam mendorong pria-pria ini mengambil langkah drastis tersebut.

Mari kita lihat tujuh ciri kepribadian yang biasanya melekat pada pria tua yang meninggalkan pernikahan mereka demi pasangan yang lebih muda, menurut pandangan psikologi.

Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Senin (27/1) berikut ini daftarnya!

1. Kerinduan pada Sensasi Pengejaran

Beberapa pria tua mendambakan sensasi yang pernah mereka rasakan saat muda: perasaan mendebarkan saat mengejar cinta. Keinginan untuk kembali merasakan kegembiraan ini sering kali berakar pada krisis paruh baya atau ketidakpuasan terhadap hubungan mereka saat ini. 

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai midlife crisis. Pria-pria ini mungkin merasa kehidupannya stagnan, sehingga mereka mencari pengalaman baru yang memberikan semangat dan gairah, yang sering kali mereka temukan pada perempuan muda.

2. Takut Menjadi Tua

Ketakutan akan penuaan adalah faktor lain yang sering memengaruhi keputusan pria untuk meninggalkan pernikahan mereka. Ketika mereka merasa vitalitas dan daya tarik mulai memudar, mereka mungkin mencari cara untuk menyangkal kenyataan ini. 

Hubungan dengan perempuan muda sering kali menciptakan ilusi bahwa mereka tetap muda dan relevan. Dalam pandangan psikologi, ini merupakan mekanisme pelarian dari kecemasan eksistensial tentang bertambahnya usia. 

Alih-alih menghadapi kenyataan, mereka lebih memilih membenamkan diri dalam hubungan yang memberikan rasa "muda kembali."

3. Keinginan untuk Divalidasi

Pria tua yang meninggalkan pernikahan mereka sering kali memiliki kebutuhan mendalam untuk divalidasi. Mereka mencari pengakuan atas daya tarik, maskulinitas, atau harga diri mereka. 

Psikologi menunjukkan bahwa pria dengan harga diri rendah atau rasa tidak aman sering kali mencari validasi eksternal untuk mengisi kekosongan emosional mereka. Perhatian dan kekaguman dari perempuan muda menjadi sumber pembuktian bahwa mereka masih diinginkan dan dihargai, bahkan jika hal ini hanya bersifat sementara.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore