
Membaca bahasa tubuh. (pexels.com)
JawaPos.com - Membaca bahasa tubuh tidak semudah memergoki seseorang sedang berbohong atau mencetak poin dalam negosiasi.
Keterampilan ini membutuhkan perhatian terhadap detail yang sering kali diabaikan kebanyakan orang.
Apa sebenarnya yang membuat seseorang ahli dalam membaca bahasa tubuh? Menurut psikologi, ada beberapa tanda utama yang menunjukkan bahwa Anda lebih dari sekadar pengamat biasa. Yaitu Anda adalah "pembaca pikiran" dalam dunia nyata.
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Minggu (26/1) yuk, kita bahas tujuh tanda ini!
1. Memperhatikan Mata
Mata sering disebut sebagai "jendela jiwa," dan memang, mereka bisa mengungkapkan banyak hal. Jika Anda bisa membaca perubahan kecil dalam tatapan, seperti kedipan mata yang tidak biasa atau cara seseorang mempertahankan kontak mata, Anda sudah berada di jalur yang tepat.
Orang yang ahli membaca bahasa tubuh mampu membedakan antara tatapan yang menunjukkan ketertarikan, rasa hormat, atau bahkan dominasi. Sebaliknya, kurangnya kontak mata dapat menunjukkan ketidaknyamanan atau ketidakjujuran.
Namun, penting juga untuk mempertimbangkan norma budaya yang memengaruhi cara seseorang menggunakan kontak mata.
2. Menangkap Ekspresi Mikro
Pernah melihat seseorang tersenyum sejenak sebelum segera kembali ke ekspresi netral? Itu adalah ekspresi mikro, yaitu ekspresi wajah singkat yang muncul tanpa sengaja.
Gestur wajah ini biasanya berlangsung sepersekian detik tetapi dapat memberikan petunjuk besar tentang emosi seseorang. Menurut psikologi, menangkap ekspresi mikro adalah salah satu keterampilan utama bagi siapa pun yang ingin menjadi ahli dalam membaca bahasa tubuh.
3. Memahami Peran Postur Tubuh
Postur tubuh adalah komponen besar dalam bahasa tubuh. Posisi tubuh seseorang dapat mengungkapkan banyak hal tentang kepercayaan diri, suasana hati, dan bahkan niat mereka. Postur terbuka, seperti dada yang tegap dan kepala terangkat, menunjukkan rasa percaya diri.
Sebaliknya, postur tertutup, seperti menyilangkan lengan atau membungkuk, sering kali menandakan rasa tidak nyaman atau defensif. Psikologi juga mencatat bahwa postur tubuh dapat memengaruhi perasaan seseorang. Misalnya, "power posing" atau berdiri dengan posisi kuat, bisa meningkatkan rasa percaya diri.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
