
Kebiasaan orang berkelas. (Freepik).
JawaPos.com - Orang berkelas adalah individu yang memancarkan kewibawaan melalui kebiasaan, sikap, tutur kata, dan cara berpakaian yang elegan.
Orang yang berkelas tidak hanya memperhatikan penampilan fisik, tetapi juga menunjukkan rasa hormat, empati, dan kebijaksanaan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Mereka yang benar-benar berkelas tidak berusaha terlalu keras untuk terlihat baik atau diakui oleh orang lain. Pasalnya, sikap elegan ini terpancar dari kebiasaan yang selalu dilakukannya.
Dikutip dari Your Tango (21/1), berikut ini beberapa kebiasaan yang selalu dilakukan orang berkelas baik kepada orang lain maupun kepada dirinya sendiri.
Orang yang berkelas tidak takut untuk mengakui kesalahan dan berkompromi demi menjaga kestabilan dalam hubungan.
Mereka juga sadar diri untuk mengenali kebiasaan tidak sehat yang mempengaruhi kesejahteraan emosional dan fisiknya.
Orang yang berkelas menghargai waktu orang lain dengan datang tepat waktu sebagai rasa hormat. Mereka menghargai waktu orang lain dan menjaga kesejahteraan pribadi.
Menurut penelitian dari Academy of Management, gosip dapat merusak kepercayaan dan hubungan, serta mempengaruhi kesejahteraan emosional.
Orang yang berkelas menghindari percakapan penuh rumor. Mereka lebih memilih menjaga hubungan yang sehat dan dukungan emosional daripada terlibat dalam percakapan negatif tentang orang lain.
Orang yang berkelas menepati janji dan komitmen mereka untuk menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain.
Bahkan ketika menepati janji itu sulit atau merepotkan, mereka tetap melakukannya dengan komunikasi dan kompromi demi menjaga hubungan yang baik.
Orang yang berkelas selalu berpikir sebelum berbicara, memberi ruang bagi orang lain berbicara supaya merasa didengar dan dipahami.
Dengan memberi kesempatan orang lain berbicara, mereka juga dapat lebih memahami dan mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang baik.
Orang berkelas selalu termotivasi untuk berbuat baik secara tulus. Mereka menyadari pentingnya energi positif, cinta kasih, dan empati untuk menjalin hubungan yang baik.
Menurut penelitian dari Journal of Positive Psychology dan Journal of Happiness Studies, berbuat baik dapat mengurangi kecemasan, depresi, dan meningkatkan suasana hati yang lebih bahagia.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
