Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Januari 2025 | 20.54 WIB

Jika Orang Tuamu Melakukan 7 Hal Ini Saat Masa Tumbuh, Kamu Mungkin Akan Memiliki Rasa Percaya Diri yang Rendah Saat Dewasa

Ilustrasi orang tua dan seorang anak yang tumbuh dewasa. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang tua dan seorang anak yang tumbuh dewasa. (Freepik)

JawaPos.com - Cara orang tua mendidik anak sangat memengaruhi bagaimana kita berkembang menjadi orang dewasa. Terkadang, meskipun niat orang tua adalah baik, beberapa perilaku mereka tanpa disadari dapat berpengaruh buruk terhadap rasa percaya diri anak ketika dewasa nanti.

Perilaku ini tidak selalu tampak jelas, tetapi hal-hal kecil yang berulang dapat memberikan dampak besar dalam hidup. Dilansir dari Geediting pada Rabu (15/1), berikut adalah 7 perilaku orang tua yang mungkin membuat kamu memiliki rasa percaya diri rendah. Tujuannya bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk lebih memahami dan belajar untuk berkembang.

1. Kritik yang Terlalu Sering

Kita mungkin sudah familiar dengan ungkapan “batang dan batu bisa patahkan tulang, tetapi kata-kata tak akan melukaiku.” Namun, seiring berjalannya waktu, kita sadar bahwa kata-kata, terutama dari orang tua, justru memiliki dampak yang sangat besar. Jika kritik yang diberikan terus-menerus, dampaknya bisa sangat berpengaruh.

Kritik yang berlebihan, meskipun dimaksudkan untuk membangun, bisa menumbuhkan rasa kurang percaya diri. Anak yang sering dikritik merasa bahwa dirinya tidak pernah cukup baik, dan keyakinan ini dapat terbawa hingga dewasa. Kritik yang keras dan terlalu sering bisa membuat anak merasa bahwa tidak ada yang cukup baik dari dirinya.

2. Kurangnya Dukungan Emosional

Dukungan emosional sangat penting dalam membentuk karakter anak. Itu adalah kunci untuk membangun ketahanan diri, kepercayaan diri, dan harga diri. Ketika perasaan anak tidak dihargai, mereka mulai meragukan diri mereka sendiri.

Coba kamu mengingat bagaimana perasaanmu seringkali diabaikan. “Kamu akan baik-baik saja” atau “Jangan berlebihan” adalah respon yang mungkin sering kamu terima. Hal ini mengajarkanmu untuk meragukan perasaanmu dan akhirnya menjadi lebih ragu untuk mengungkapkan perasaanmu di kemudian hari. Kurangnya dukungan emosional bisa mengurangi rasa percaya diri di masa depan.

3. Terlalu Protektif

Memang wajar jika orang tua ingin melindungi anak dari berbagai bahaya. Namun, terlalu protektif justru bisa berdampak buruk. Anak perlu belajar mengatasi masalah dan tantangan agar bisa membangun rasa percaya diri.

Orang tua yang terlalu melindungi bisa membuat anak merasa tidak mampu mengatasi masalah sendiri. Akibatnya, anak menjadi bergantung dan kehilangan kepercayaan pada kemampuan diri. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang terlalu protektif dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan pada anak di masa dewasa.

4. Ekspektasi yang Terlalu Tinggi

Setiap orang tua tentu ingin anaknya berhasil, tetapi terkadang harapan yang diberikan justru terlalu tinggi. Anak yang merasa tidak bisa memenuhi ekspektasi tersebut akhirnya merasa selalu gagal dan tidak cukup baik.

Anak yang terus-menerus berusaha memenuhi standar yang terlalu tinggi akan tumbuh dengan perasaan tidak pernah puas dengan dirinya sendiri. Mereka menjadi orang dewasa yang selalu mengkritik diri mereka sendiri dan merasa tak ada pencapaian yang cukup. Menetapkan ekspektasi yang realistis sangat penting agar anak merasa didukung, bukan tertekan.

5. Membandingkan dengan Orang Lain

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore