Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Januari 2025 | 22.34 WIB

4 Perilaku Pasangan yang Membuat Pernikahan jadi Tidak Menyenangkan, Menurut Psikologi: Salah Satunya Mereka Tidak Cukup Ilmu

Ilustrasi pertengkaran pasangan. (freepik) - Image

Ilustrasi pertengkaran pasangan. (freepik)

JawaPos.com - Pernikahan merupakan fase kehidupan sakral manusia, di mana dua insan yang berbeda disatukan dalam ikatan yang sah dan siap menjalani kehidupan rumah tangga hingga akhir hayat.

Perbedaan latar belakang keluarga, gaya pengasuhan keluarga, atau sudut pandang, kerap menjadi pemicu timbulnya konflik dalam pernikahan. Terlebih ketika salah satu pihak menanamkan harapan begitu tinggi kepada pasangan.

Pernikahan yang seharusnya menyenangkan dan penuh cinta, tapi bisa menjadi malapetaka jika kita tidak mampu berperilaku dengan penuh kesadaran. Sejatinya, pernikahan juga merupakan wadah untuk bertumbuh dan berkembang masing-masing pihak.

Dilansir dari laman Your Tango pada (13/01) inilah 4 perilaku pasangan yang membuat pernikahan jadi tidak menyenangkan, berikut penjelasannya menurut psikologi :

1. Mereka tidak punya waktu yang cukup

Ketika seorang istri bekerja di rumah dan memiliki jadwal yang tertata, sementara suaminya terbiasa begadang hingga tidak pernah bangun pagi. Perbedaan kecil ini tentunya berdampak besar bagi pasangan.

Namun, dalam hubungan berkomitmen jangka panjang, kita harus menyediakan waktu untuk keintiman fisik. Psikologi menyarankan jika salah satu atau keduabelah pihak itu sibuk, manfaatkan waktu kebersamaan itu di manapun dan tidak harus saat kalian naik ke tempat tidur.

Waktu kebersamaan itu bisa dalam bentuk ngobrol tentang keseharian, bercanda hal-hal receh, atau sekedar pelukan hangat. Bahkan psikolog klinis Samantha Rodman, Ph.D menyatakan untuk matikan segala macam distraksi saat pasangan sedang berduaan.

2. Mereka tidak cukup energi

Bangun jam 4 pagi untuk mengerjakan bisnis, bersiap-siap untuk perjalanan satu jam ke tempat kerja, lalu bekerja sembilan jam sehari untuk memecahkan masalah dan berurusan dengan orang lain adalah kegiatan yang menghabiskan energi.

Carl Honore dalam TED Talk-nya, "In Praise of Slowness", menyarankan agar kita menjalani hidup melambat atau 'slow living'. Ini bisa menjadi perjuangan yang berat di awal, tapi menimbulkan keberhasilan.

Ada baiknya untuk memilih makanan sehat, melakukan olahraga teratur, sehingga pasangan akan lebih energik untuk menjalani hidup bersama dalam satu rumah. Ketika terlalu sibuk di luar hingga akhirnya kewalahan, pernikahan akan terasa hambar.

3. Mereka tidak cukup ilmu

Pernikahan tanpa ilmu adalah sesuatu yang mustahil bisa berjalan harmonis, baik ilmu pernikahan ataupun ilmu yang lainnya akan membuat hubungan menjadi lebih menyenangkan.

Selalu ada pembelajaran dan topik setiap harinya untuk dipelajari dan dibahas, ingatlah bahwa belajar tidak harus duduk di bangku sekolah dan pernikahan jangan menghalangimu untuk mengeksplor diri.

4. Tidak memiliki niat yang baik


Dalam hubungan berkomitmen jangka panjang, sekalipun pasangan itu orang baik, ada saja perdebatan dan segala sesuatunya tidak selalu baik-baik saja.

Keadaan hidup menciptakan stres dan tekanan seperti soal keuangan, mengasuh anak, pekerjaan, bahkan menyangkut mertua. Maka kembalikan lagi untuk menjalani pernikahan, perlu tekad dan niat yang baik.

Baca Juga: 5 Cara untuk Menghentikan Rutinitas Anda dan Merasa Hidup Kembali, Salah Satunya Terhubung dengan Alam

Kita tidak hanya menghadapi hari-hari yang romantis, tapi banyak hal mengejutkan di luar dugaan.

Dikutip dari laman Alodokter, pernikahan yang sehat dan menyenangkan tidak cukup mengandalkan cinta. Keduanya perlu menjaga komunikasi, memahami perubahan, mengelola emosi dengan baik, mengatur keuangan dengan baik, serta menyempatkan waktu yang berkualitas.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore