
Ilustrasi pertengkaran pasangan. (freepik)
JawaPos.com - Pernikahan merupakan fase kehidupan sakral manusia, di mana dua insan yang berbeda disatukan dalam ikatan yang sah dan siap menjalani kehidupan rumah tangga hingga akhir hayat.
Perbedaan latar belakang keluarga, gaya pengasuhan keluarga, atau sudut pandang, kerap menjadi pemicu timbulnya konflik dalam pernikahan. Terlebih ketika salah satu pihak menanamkan harapan begitu tinggi kepada pasangan.
Pernikahan yang seharusnya menyenangkan dan penuh cinta, tapi bisa menjadi malapetaka jika kita tidak mampu berperilaku dengan penuh kesadaran. Sejatinya, pernikahan juga merupakan wadah untuk bertumbuh dan berkembang masing-masing pihak.
Dilansir dari laman Your Tango pada (13/01) inilah 4 perilaku pasangan yang membuat pernikahan jadi tidak menyenangkan, berikut penjelasannya menurut psikologi :
1. Mereka tidak punya waktu yang cukup
Ketika seorang istri bekerja di rumah dan memiliki jadwal yang tertata, sementara suaminya terbiasa begadang hingga tidak pernah bangun pagi. Perbedaan kecil ini tentunya berdampak besar bagi pasangan.
Namun, dalam hubungan berkomitmen jangka panjang, kita harus menyediakan waktu untuk keintiman fisik. Psikologi menyarankan jika salah satu atau keduabelah pihak itu sibuk, manfaatkan waktu kebersamaan itu di manapun dan tidak harus saat kalian naik ke tempat tidur.
Waktu kebersamaan itu bisa dalam bentuk ngobrol tentang keseharian, bercanda hal-hal receh, atau sekedar pelukan hangat. Bahkan psikolog klinis Samantha Rodman, Ph.D menyatakan untuk matikan segala macam distraksi saat pasangan sedang berduaan.
2. Mereka tidak cukup energi
Bangun jam 4 pagi untuk mengerjakan bisnis, bersiap-siap untuk perjalanan satu jam ke tempat kerja, lalu bekerja sembilan jam sehari untuk memecahkan masalah dan berurusan dengan orang lain adalah kegiatan yang menghabiskan energi.
Carl Honore dalam TED Talk-nya, "In Praise of Slowness", menyarankan agar kita menjalani hidup melambat atau 'slow living'. Ini bisa menjadi perjuangan yang berat di awal, tapi menimbulkan keberhasilan.
Ada baiknya untuk memilih makanan sehat, melakukan olahraga teratur, sehingga pasangan akan lebih energik untuk menjalani hidup bersama dalam satu rumah. Ketika terlalu sibuk di luar hingga akhirnya kewalahan, pernikahan akan terasa hambar.
3. Mereka tidak cukup ilmu
Pernikahan tanpa ilmu adalah sesuatu yang mustahil bisa berjalan harmonis, baik ilmu pernikahan ataupun ilmu yang lainnya akan membuat hubungan menjadi lebih menyenangkan.
Selalu ada pembelajaran dan topik setiap harinya untuk dipelajari dan dibahas, ingatlah bahwa belajar tidak harus duduk di bangku sekolah dan pernikahan jangan menghalangimu untuk mengeksplor diri.
4. Tidak memiliki niat yang baik
Dalam hubungan berkomitmen jangka panjang, sekalipun pasangan itu orang baik, ada saja perdebatan dan segala sesuatunya tidak selalu baik-baik saja.
Keadaan hidup menciptakan stres dan tekanan seperti soal keuangan, mengasuh anak, pekerjaan, bahkan menyangkut mertua. Maka kembalikan lagi untuk menjalani pernikahan, perlu tekad dan niat yang baik.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
