
Ilustrasi orang dewasa yang dimanja saat kecil.
JawaPos.com - Sebagai orang tua sering kali ingin memberikan perlakuan terbaik kepada anak-anaknya, memastikan hidup mereka layak tanpa kekurangan, serta selalu berusaha melindungi mereka.
Padahal konsep itu tidak bisa sepenuhnya benar, bahkan ketika anak itu dimanja, dia tidak memiliki kekuatan serta ketahanan dalam menghadapi tantangan dalam hidupnya.
Dilansir dari laman Personal Branding pada (18/12) anak yang dimanja saat kecil, sering menunjukkan 9 perilaku ini ketika beranjak dewasa:
1. Kurangnya ketahanan
Individu yang dimanjakan saat masih anak-anak sering kali bergumul dengan ketahanan. Ketahanan adalah tentang menghadapi tantangan, bangkit kembali dari kegagalan, dan bertahan melewati masa-masa sulit.
Jika seseorang selalu diberikan segala sesuatunya dengan baik, mereka mungkin akan kesulitan mengembangkan sifat ini.
2. Berjuang dengan kepuasan yang tertunda
Kemampuan untuk menunda kepuasan, mencapai tujuan jangka panjang, dan menolak imbalan langsung, sangat penting untuk kesuksesan disetiap bidang kehidupan. Namun jika kamu terbiasa melakukan semuanya dengan segera, ini bisa menjadi keterampilan yang sulit untuk dipelajari.
Ini tentang memahami cara pengalaman masa kecil kita dapat membentuk perilaku di masa dewasa. Serta secara potensial, hal ini dapat membantu kita mengatasi perilaku tersebut untuk tumbuh sebagai individu.
3. Kesulitan menerima jawaban 'tidak'
Penolakan bisa jadi sulit bagi siapa pun. Tapi bagi mereka yang dimanjakan saat masih kecil, mendengar kata 'tidak' bisa menjadi tantangan tersendiri.
Psikolog telah menemukan bahwa individu yang secara konsisten dipenuhi keinginannya ketika masih kecil sering kali kesulitan menerima penolakan di masa dewasa. Hal ini dapat terwujud dalam bentuk kesulitan dalam menghadapi kritik, penolakan terhadap otoritas, atau rasa frustrasi ketika harapan tidak tercapai.
4. Mentalitas istimewa
Sangat umum bagi individu yang dimanja saat masih kecil untuk membawa rasa istimewa hingga dewasa. Ini bukan tentang menjadi sombong, tapi lebih tentang mengharapkan hal-hal tertentu terjadi tanpa harus berusaha.
Hak keistimewaaan ini dapat terwujud dalam berbagai cara. Seperti mengharapkan promosi di tempat kerja tanpa melakukan upaya yang diperlukan, atau berasumsi bahwa teman dan keluarga harus memenuhi kebutuhannya tanpa mempertimbangkan orang lain.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
