
Ilustrasi pasangan (SAN Wedding/pexels.com)
JawaPos.com - Banyak orang lajang dianggap terlalu pilih-pilih, namun menjadi selektif tidak selalu buruk. Di sini, pilih-pilih berarti berhati-hati dalam memilih pasangan, bukan sekadar mencari kriteria fisik atau materi tertentu.
Dalam dunia kencan daring saat ini, sangat penting untuk tetap cermat dan fokus, mengingat aplikasi kencan bisa memicu impulsivitas.
Meski penting untuk terbuka, kamu juga perlu tahu apa yang dicari dalam hubungan dan pasangan. Kamu juga berhak menentukan apa yang dibutuhkan dan hal-hal yang tidak dapat kamu kompromikan, tanpa dianggap terlalu menuntut.
Merangkum psychologytoday.com, berikut ini berbagai alasan seseorang harus selektif ketika memilih pasangan, salah satunya berpikir jangka panjang.
1. Intuisi bisa menjadi kekuatan
Kamu paling tahu apa yang terasa benar atau tidak bagi dirimu sendiri. Seperti pepatah "Di mana ada asap, di situ ada api," percayalah pada instingmu. Jika sesuatu terasa aneh atau tidak tepat, kamu berhak untuk mengakhiri hubungan atau situasi tersebut kapan saja.
Kamu tidak perlu alasan apapun apabila sesuatu atau seseorang membuat dirimu merasa tidak nyaman atau buruk dalam memandang diri sendiri. Keputusan dalam menjaga kesejahteraanmu sepenuhnya ada di tanganmu sendiri.
2. Tidak harus merasa puas
Apabila kamu sudah lama berpacaran atau merasa tekanan untuk menikah, kamu mungkin tergoda agar tetap bersama seseorang hanya demi punya hubungan, walau pasangan tersebut tidak benar-benar memberi kebahagiaan. Terkadang, rasa takut akan kesendirian atau keyakinan bahwa ini menjadi hal terbaik yang bisa didapatkan dan membuatmu bertahan dalam hubungan yang kurang memuaskan.
Ini bukan situasi yang sehat. Jika kamu merasa terjebak dalam hubungan karena rasa nyaman atau takut, ingatlah bahwa dirimu layak mendapatkan yang lebih baik. Ada masa depan yang lebih cerah menantimu, dan kamu berhak berada dalam hubungan yang membuatmu merasa dihargai dan bahagia.
3. Nilai dan preferensi itu penting
Meskipun telah menerima penolakan, kamu perlu tetap menekankan pentingnya memiliki nilai yang sama dengan pasangan. Jangan ragu untuk bertanya dan memastikan apakah nilai-nilaimu sejalan dengan calon pasangan. Misalnya, kamu berhak menginginkan pasangan dengan keyakinan politik atau agama yang serupa.
Apabila hal tersebut penting bagimu, maka hal ini sepenuhnya wajar. Akan tetapi, jika tidak, mungkin itu bukan pertimbangan utama. Nilai lain yang perlu dipertimbangkan bisa mencakup keluarga, keinginan memiliki anak, atau tujuan karier. Intinya, dalam hubungan yang sehat, penting untuk berbagi atau mendukung nilai dan keyakinan satu sama lain.
4. Menjadi pilihan yang harus dijalani
Jika kami lajang atau mencari pasangan, mungkin kamu pernah menerima saran yang tidak diminta dari teman atau keluarga, bahkan biasanya dari mereka yang sudah berpasangan. Seringkali saran tersebut berbentuk perintah seperti "Jangan terlalu pilih-pilih" atau "Bersikaplah lebih terbuka."

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
