
Ilustrasi menggunakan sosial media (freepik)
JawaPos.com - Di era digital ini, media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun bisa menghubungkan kita dengan banyak orang, media sosial juga bisa memberikan dampak negatif yang berlebihan bagi sebagian orang.
Salah satu perilaku yang umum adalah menonaktifkan akun media sosial mereka setiap beberapa bulan. Hal ini bukan sekadar keputusan sesaat, tetapi mencerminkan sifat atau karakteristik yang lebih dalam.
Orang yang sering melakukan ini sering kali menunjukkan beberapa sifat khusus yang memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia digital.
Dilansir dari laman Global English Editing, Rabu (20/11), berikut adalah tujuh sifat yang sering ditemukan pada orang yang sering menonaktifkan akun media sosial mereka.
1. Keinginan untuk Mengontrol
Media sosial menawarkan banyak manfaat, namun bagi sebagian orang, bisa terasa seperti arus informasi yang tak henti-hentinya. Mereka yang sering menonaktifkan akun media sosial biasanya merasa perlu untuk mengendalikan kapan dan bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia luar.
Mereka melihat media sosial sebagai faktor eksternal yang mengganggu otonomi pribadi mereka, dan perilaku mengaktifkan serta menonaktifkan akun ini mencerminkan perjuangan mereka untuk menyeimbangkan manfaat media sosial dengan kebutuhan mereka untuk memiliki kendali.
2. Kebutuhan untuk Interaksi Langsung
Bagi sebagian orang, berinteraksi di dunia nyata jauh lebih berharga dibandingkan berinteraksi melalui media sosial. Misalnya, teman saya, Sarah, sering menghilang dari platform media sosial selama beberapa bulan.
Baginya, menonaktifkan media sosial adalah cara untuk kembali ke keaslian hidup, menikmati momen nyata seperti berbincang dengan teman sambil menikmati kopi atau membaca buku. Meskipun media sosial menawarkan koneksi, bagi mereka, hal itu tidak sehangat dan sedalam interaksi langsung.
3. Sensitif terhadap Stimulasi Berlebihan
Otak manusia tidak dirancang untuk mengolah informasi sebanyak yang kita terima di media sosial. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Datareportal, rata-rata pengguna menghabiskan sekitar dua setengah jam setiap hari di media sosial.
Bagi sebagian orang, ini bisa menyebabkan stimulasi berlebihan yang menimbulkan stres dan kecemasan. Mereka yang merasa kelebihan informasi ini sering memilih untuk menonaktifkan akun mereka guna meredakan dampak negatif dari informasi yang terus-menerus muncul.
4. Kebutuhan untuk Introspeksi
Di dunia yang selalu terhubung ini, sulit untuk menemukan waktu tenang untuk merenung. Bagi individu yang sering menonaktifkan akun media sosial mereka, hal ini sering kali berakar dari kebutuhan untuk merenung dan memahami diri mereka lebih dalam.
Dengan menonaktifkan media sosial, mereka bisa fokus pada perasaan dan pikiran mereka sendiri tanpa gangguan dari dunia maya, memberikan ruang untuk refleksi diri yang lebih jernih.
5. Keinginan untuk Privasi
Bagi sebagian orang, menonaktifkan akun media sosial adalah cara untuk melindungi ruang pribadi mereka. Mereka tidak merasa perlu untuk membagikan setiap aspek hidup mereka kepada dunia, dan pembaruan status atau berbagi foto bisa terasa seperti pelanggaran terhadap ruang pribadi.
Beberapa orang memilih untuk menonaktifkan akun mereka guna menjaga privasi dan menjaga jarak dari tekanan sosial yang datang dari dunia maya.
6. Aversion terhadap Negativitas
Media sosial bisa menjadi tempat untuk menemukan inspirasi dan koneksi, namun juga dapat menjadi sarang bagi negativitas, seperti argumen online atau trolling.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
