
Ilustrasi nyeri lutut (Freepik)
JawaPos.com – Nyeri lutut sering dialami seiring bertambahnya usia, terutama di atas 60 tahun. Mengetahui penyebab dan cara mengatasinya dapat membantu menjaga kesehatan lutut dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Nyeri lutut adalah kondisi yang sering terjadi akibat kerusakan atau peradangan pada sendi lutut. Gejala ini bisa disebabkan oleh faktor usia, cedera, atau kondisi medis tertentu yang mempengaruhi fungsi sendi.
Mengetahui rahasia mencegah nyeri lutut di usia 60-an penting untuk menjaga mobilitas dan kualitas hidup. Memahami penyebab, gejala, serta solusi tepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan sendi, sehingga lutut tetap sehat dan kuat sepanjang usia lanjut.
Berikut 10 Rahasia Mencegah Nyeri Lutut di Usia 60-an seperti Penyebab, Gejala, dan Solusi Tepat untuk Kesehatan Lutut Dilansir dari Laman paincarecenter.com oleh JawaPos.com, Rabu (16/10):
Nyeri lutut di usia lanjut sering terjadi karena kerusakan sendi seiring waktu. Saat memasuki usia 60-an, lutut rentan terhadap berbagai kondisi seperti osteoartritis, karena tulang rawan mulai terkikis.
Kerusakan ini memicu gesekan antar tulang, menyebabkan nyeri dan kekakuan. Contoh lutut terasa kaku setiap pagi. Aktivitas berjalan pun menjadi sulit karena rasa sakit.
Osteoartritis disebabkan oleh faktor usia dan berat badan. Cedera lutut sebelumnya, aktivitas fisik berat, dan faktor genetik juga berkontribusi terhadap kondisi ini.
Lutut kehilangan pelindung alami seperti tulang rawan, membuat gesekan antar tulang tidak terhindarkan. Misal lutut terasa nyeri saat menaiki tangga. Nyeri semakin parah setelah lama berdiri.
Bursitis lutut adalah peradangan pada bursae berupa kantong kecil berisi cairan. Penyebabnya bisa karena trauma, tekanan berulang, atau kondisi medis seperti artritis.
Gejalanya meliputi pembengkakan dan nyeri di sekitar lutut. Seperti lutut membengkak setelah duduk lama. Setiap kali berjalan, muncul rasa tidak nyaman.
Berat badan berlebih menambah tekanan pada lutut. Tekanan ini mempercepat kerusakan tulang rawan, memperburuk osteoartritis.
Menurunkan berat badan bisa mengurangi risiko nyeri lutut secara signifikan. Contoh lutut terasa lebih ringan setelah menurunkan berat badan. Jalan-jalan pagi menjadi lebih nyaman.
Meniskus robek sering terjadi akibat trauma atau degenerasi seiring usia. Kondisi ini ditandai dengan nyeri, pembengkakan, dan terkuncinya lutut saat bergerak.
Misal lutut terasa terkunci setelah duduk. Setiap kali mencoba berdiri, terasa ada yang mengganjal.
Pseudogout terjadi akibat penumpukan kristal kalsium di sendi, menyebabkan peradangan dan nyeri. Lutut menjadi salah satu area yang sering terkena, terutama pada usia lanjut.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
