Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Oktober 2024 | 22.38 WIB

Orang-orang yang Hubungannya Terputus dengan Anak-anaknya saat Dewasa, Biasanya Menunjukkan 5 Perilaku Ini

Orang-orang yang merasa terputus hubungan dengan anak-anak dewasanya sendiri biasanya menunjukkan 5 perilaku ini. - Image

Orang-orang yang merasa terputus hubungan dengan anak-anak dewasanya sendiri biasanya menunjukkan 5 perilaku ini.

JawaPos.com - Apakah saat ini Anda merasa ada jarak antara Anda dan anak-anak Anda yang telah beranjak dewasa?

Faktanya, sering kali ada perilaku halus yang kita adopsi tanpa kita sadari, yang mana perilaku itu dapat menimbulkan keretakan antara kita dan anak-anak kita yang sudah dewasa.

Ini bukan tentang menyalahkan diri sendiri, ini tentang menyadari kebiasaan-kebiasaan yang mungkin membuat segala sesuatunya lebih sulit daripada yang seharusnya.

Hari ini, kita akan membahas lima perilaku tersebut. Mari kita bahas lebih dalam dan lihat bagaimana kita dapat membina hubungan yang lebih dalam dan lebih bermakna dengan anak-anak kita yang sudah dewasa, seperti yang dikutip dari geediting.com, Sabtu (12/10) dibawah ini.

1. Terlalu kritis

Sebagai orangtua, kita semua menginginkan yang terbaik bagi anak-anak kita. Kita ingin mereka menghindari kesalahan yang telah kita buat, belajar dari pengalaman kita, dan meraih keberhasilan dalam cara-cara yang selama ini hanya kita impikan.

Namun terkadang, keinginan untuk membantu dan membimbing mereka ini justru dapat dianggap sebagai kritik.

Bila nasihat kita yang bermaksud baik terus-menerus dianggap sebagai kritikan, hal itu dapat menjauhkan anak-anak kita yang sudah dewasa dan membuat mereka merasa bahwa mereka tidak akan pernah cukup di mata kita.

Kuncinya adalah menemukan keseimbangan, di mana mereka merasa didukung, bukan terus menerus dihakimi.

2. Komunikasi yang buruk

Komunikasi adalah dasar dari setiap hubungan. Namun, komunikasi bukan hanya sekadar berbicara, komunikasi adalah tentang memastikan orang lain benar-benar memahami apa yang Anda katakan dan rasakan.

Jika Anda merasa terputus dari anak dewasa Anda, pertimbangkan cara Anda berkomunikasi.

Apakah Anda hanya membahas topik-topik yang biasa saja?

Atau apakah Anda menyediakan ruang untuk percakapan yang lebih mendalam dan lebih bermakna?

Jawabannya mungkin menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan yang telah terjadi itu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore