JawaPos.com - Batu Taishan dipercaya sebagai salah satu simbol sakral dalam budaya Tiongkok. Masyarakat Tiongkok meyakini Batu Taishan dapat menolak bala dan mengusir arwah jahat. Batu taishan juga dikenal sebagai batu shigandang.
Lazimnya, orang Tionghoa meletakkan batu taishan di dekat area pemukiman warga, pinggir jalan, persimpangan jalan. Tujuan meletakkan batu fengshui tersebut adalah untuk mengusir setan, menolak bala, menyembuhkan penyakit.
Bahkan, Tradisi ini sudah merambah ke kepulauan Ryukyu dana Jepang. D daerah itu, Batu Taishan disebut dengan ishiganto.
Dilansir dari
tionghoa.org, pada Minggu (15/9), batu taishan adalah batu kudus yang diambil dari gunung Taishan (Dai San). Gunung Taishan berada di propinsi Shandong, yang memiliki ketinggian 1545 M di atas permukaan laut.
Gunung Taishan adalah salah satu gunung yang disakralkan oleh masyarakat Tiongkok. Sanking keramatnya, gunung ini kerap dijadikan sebagai situs sakral bagi para kaisar zaman dulu untuk berdoa kepada langit agar negaranya Makmur dan dilindungi.
Pada era dinasti Han (206 BC hingga 220 AD), lahir seorang pemuda Bernama Shi Gan Dang. Berdasarkan mitos, Shi gan dang adalah roh suci yang ditugaskan oleh Dewi B Xia Yuan Jun, yakni Dewi Penjaga Gunung Taishan.
Shi Gan Dang adalah pemuda yang Tangguh dan berani sehingga membuat warga desa merasa tentram dan damai lewat kehadiranya. Ketika pemuda ini meninggal dunia, warga desa memandang Shigandang sebagai Dewa pelindung masyarakat desa di gunung Taishan.
Seiring dengan berkembangnya Waktu, berkembang keyakinan di antara warga desa bahwa dengan menuliskan nama Shigandang pada batu-batuan dari gunung Taishan, maka mereka akan memperoleh perlindungan dari dewa tersebut. Tradisi penulisan "Tai Shan Shi Gan Dang" berarti Shi Gan Dang dari gunung Tai Shan berkembang hingga dinasti Tang dan Song.
Fenomena ini menjadi cikal-bakal penyebutan batu Taishan atau Shigandang sebagai penolak bala dan pengusir roh-roh jahat. Lazimnya, batu taishan dengan tulisan Shi Gan Dang dipasang di empat sudut desa. Batu fengshui itu berfungsi untuk melindungi masyarakat desa dari roh-roh jahat dan menetralkan energi jahat.
Bukan hanya dipakai oleh warga desa Taishan, para praktisi fengshui kerap merekomendasikan pemakaian batu ini sebagai perlindungan dan menetralisir energi buruk.
Lazimnya, batu Taishan Shigandang diletakkan di area rumah yang hilang atau tidak berbentuk persegi. Selain itu, batu taishan juga dapat diletakkan di depan rumah sekitar pagar atau pekarangan. Batu taishan juga berguna bagi rumah yang berkedudukan tusuk sate sebagai penolak bala.
Namun, sayang batu shigandang dari gunung Taishan sudah tidak boleh diambil lagi, karena gunung ini sudah dilindungi sebagai warisan budaya dan alam oleh Unesco.