
Memahami kekuatan jeda adalah salah satu cara orang yang cerdas sosial dalam memberikan kritik tanpa menyakiti orang lain. (Freepik)
JawaPos.com – Memberikan kritik pada dasarnya bukan berarti menjatuhkan seseorang, melainkan membimbing mereka menuju perbaikan. Namun, dibutuhkan kecerdasan sosial dan kata-kata yang cermat untuk menginspirasi perubahan bukan menyakiti perasaan.
Mereka yang terampil dalam hal ini memahami cara menavigasi percakapan sulit dengan empati dan menggunakan strategi yang menjaga hubungan.
Dalam artikel ini dibahas mengenai beberapa cara orang yang cerdas secara sosial dalam memberikan kritik yang membangun tanpa menyakiti perasaan orang lain sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing sebagai berikut:
1. Kekuatan menyisipkan
Dalam ranah kritik yang membangun, kecerdasan sosial adalah yang terpenting. Dan orang-orang yang cerdas secara sosial telah menguasai seni menyisipkan ini.
Menyisipkan adalah teknik menyampaikan kritik di antara dua komentar positif. Ini adalah cara untuk melembutkan pukulan dan membuat umpan balik lebih mudah diterima.
Cara ini berhasil karena dimulai dengan nada positif yang membuat orang tersebut lebih mudah menerima masukan Anda. Kemudian Anda sampaikan bagian yang kritis dan sekali lagi diakhiri dengan nada positif untuk melembutkan perasaan terluka yang mungkin timbul.
Intinya cara ini adalah tentang menyampaikan kritik dengan cara yang mendorong perbaikan bukan menyebabkan rasa sakit hati atau sikap defensif.
2. Menawarkan solusi bukan hanya masalah
Menjadi cerdas secara sosial berarti memahami bahwa kritik yang membangun tidak hanya tentang menunjukkan masalah tetapi juga memberikan panduan tentang cara memperbaikinya.
Hal ini menunjukkan empati dan pertimbangan dan membuat orang yang menerima kritik merasa didukung dan didorong untuk berkembang.
3. Kekuatan jeda
Cara lain orang yang cerdas sosial dalam menyampaikan kritik membangun adalah memahami kekuatan jeda. Artinya berhenti sejenak sebelum menyampaikan umpan balik memungkinkan orang lain untuk mempersiapkan diri secara mental terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.
Hal ini juga memberi Anda waktu untuk mengumpulkan pikiran dan menyampaikan umpan balik dengan cara yang lebih bijaksana dan jelas. Penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung menerima umpan balik jika diikuti dengan periode diam.
Hal ini karena jeda memberi mereka waktu untuk merespons informasi dan merespons secara bijaksana bukannya bersikap defensif.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
