Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 September 2024 | 19.45 WIB

6 Cara Orang yang Cerdas Secara Sosial Memberikan Kritik Membangun Tanpa Menyakiti Perasaan Orang Lain, Apa Saja?

Memahami kekuatan jeda adalah salah satu cara orang yang cerdas sosial dalam memberikan kritik tanpa menyakiti orang lain. (Freepik) - Image

Memahami kekuatan jeda adalah salah satu cara orang yang cerdas sosial dalam memberikan kritik tanpa menyakiti orang lain. (Freepik)

JawaPos.com – Memberikan kritik pada dasarnya bukan berarti menjatuhkan seseorang, melainkan membimbing mereka menuju perbaikan. Namun, dibutuhkan kecerdasan sosial dan kata-kata yang cermat untuk menginspirasi perubahan bukan menyakiti perasaan.

Mereka yang terampil dalam hal ini memahami cara menavigasi percakapan sulit dengan empati dan menggunakan strategi yang menjaga hubungan.

Dalam artikel ini dibahas mengenai beberapa cara orang yang cerdas secara sosial dalam memberikan kritik yang membangun tanpa menyakiti perasaan orang lain sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing sebagai berikut:

1. Kekuatan menyisipkan

Dalam ranah kritik yang membangun, kecerdasan sosial adalah yang terpenting. Dan orang-orang yang cerdas secara sosial telah menguasai seni menyisipkan ini.

Menyisipkan adalah teknik menyampaikan kritik di antara dua komentar positif. Ini adalah cara untuk melembutkan pukulan dan membuat umpan balik lebih mudah diterima.

Cara ini berhasil karena dimulai dengan nada positif yang membuat orang tersebut lebih mudah menerima masukan Anda. Kemudian Anda sampaikan bagian yang kritis dan sekali lagi diakhiri dengan nada positif untuk melembutkan perasaan terluka yang mungkin timbul.

Intinya cara ini adalah tentang menyampaikan kritik dengan cara yang mendorong perbaikan bukan menyebabkan rasa sakit hati atau sikap defensif.

2. Menawarkan solusi bukan hanya masalah

Menjadi cerdas secara sosial berarti memahami bahwa kritik yang membangun tidak hanya tentang menunjukkan masalah tetapi juga memberikan panduan tentang cara memperbaikinya.

Hal ini menunjukkan empati dan pertimbangan dan membuat orang yang menerima kritik merasa didukung dan didorong untuk berkembang.

3. Kekuatan jeda

Cara lain orang yang cerdas sosial dalam menyampaikan kritik membangun adalah memahami kekuatan jeda. Artinya berhenti sejenak sebelum menyampaikan umpan balik memungkinkan orang lain untuk mempersiapkan diri secara mental terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.

Hal ini juga memberi Anda waktu untuk mengumpulkan pikiran dan menyampaikan umpan balik dengan cara yang lebih bijaksana dan jelas. Penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung menerima umpan balik jika diikuti dengan periode diam.

Hal ini karena jeda memberi mereka waktu untuk merespons informasi dan merespons secara bijaksana bukannya bersikap defensif.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore