Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Agustus 2024 | 06.10 WIB

Pengertian Puisi dan Cara Menulisnya Serta Memahami Maknanya

ILUSTRASI: Puisi untuk hari ibu (sumber: freepik/freepik) - Image

ILUSTRASI: Puisi untuk hari ibu (sumber: freepik/freepik)

JawaPos.com - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya ditentukan oleh irama, ritma, serta penyusunan larik dan bait. 

Umumnya, teks puisi ditulis untuk mengungkapkan emosi, pengalaman, atau kesan penyair, lewat kata-kata yang indah dan memiliki banyak makna. Oleh karena itu, seringkali teks puisi membuat para pembacanya terbawa suasana dan perasaan.

Sementara itu, Menurut H.B. Jassin, puisi adalah  suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran, serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

Pengertian lain menurut Wordsworth melalui Pradopo, puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. 

Tokoh yang lainnya, Sumardi, berpendapat bahwa puisi merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa yang telah dipadatkan, dipersingkat, serta diberi irama bunyi, dan memiliki kata-kata kiasan atau imajinatif.

Artinya dapat disimpulkan bahwa puisi adalah teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyairnya dengan mengutamakan keindahan kata-kata. 

Karena itu puisi juga bisa menjadi media untuk mengungkapkan berbagai perasaan, seperti dari rasa kerinduan, kegelisahan, hingga kesedihan. 

Ciri-Ciri Puisi

Untuk membuat puisi, kamu perlu mengetahui ciri-cirinya, nih. Nah, apa saja sih ciri-ciri puisi itu? Berikut penjelasannya:

  1. Menggunakan  pilihan kata (diksi) yang bersifat konotatif atau kiasan untuk memperindah bunyi,
  2. Diksi yang digunakan harus memperhatikan rima dan sajak,
  3. Puisi tidak disusun dalam bentuk paragraf, melainkan berbentuk bait yang terdiri dari beberapa baris,
  4. Menggunakan majas yang bermakna kias,
  5. Memiliki amanat yang dapat dijadikan pelajaran bagi pembaca.

Unsur-Unsur Pembangun Puisi

Seperti karya sastra lainnya, unsur pembentuk puisi terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di dalam puisi. Unsur ini terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu unsur batin dan unsur fisik. Sementara itu, unsur ekstrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di luar puisi. Unsur ekstrinsik terdiri dari unsur biografi, unsur sosial, dan unsur nilai.

Oke, sampai juga kita di bahasan contoh puisi pendek dari berbagai tema. Mulai dari tema alam, lingkungan, keluarga, sahabat, cinta, pahlawan, dan masih banyak lagi. Tanpa berbasa basi lagi, langsung aja kita simak contoh puisi bebas berikut ini!

Contoh Puisi Pendidikan:

Aku dan Masa Depanku
Karya: Ulil Albab Af-Farizi

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore