
Pembukaan Jogja Fashion Trend (JFT) 2024. (IST)
JawaPos.com - Jogja Fashion Trend (JFT) 2024 resmi dibuka hari ini, Rabu (7/8), di Pakuwon Mall Jogja, berbarengan dengan diresmikannya Grebek UMKM Daerah Istimewa Jogjakarta. Diawali dengan pembukaan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, JFT 2024 kali ini menggandeng 139 desainer dari berbagai daerah dan luar negeri.
Dalam pembukaannya, Wapres Ma’ruf Amin mengungkapkan, Grebek UMKM Jogja 2024 merupakan langkah nyata peningkatan kapasitas perilaku UMKM yang sejalan dengan gerakan nasional bangga buatan dan berwisata di Indonesia. Termasuk industri fashion dengan hasil karya lokal yang membanggakan.
“Aktivitas pariwisata dan pendidikan tinggi menyumbang hingga 60 persen dari perekonomian provinsi. Hal ini tentu menjadi keunggulan-keunggulan dan keistimewaan Jogyakarta sebagai Kota Pelajar, destinasi wisata, warisan budaya sekaligus pusat UMKM produktif,” ungkap Ma’ruf.
JFT 2024 sendiri merupakan hasil kerja sama Bank Indonesia (BI) dan Yayasan Fashion Yogya Istimewa (YFJI), dalam rangkaianGrebek UMKM Daerah Istimewa Jogjakarta, yang berlangsung hingga 11 Agustus 2024. Meski diadakan di Jogjakarta, JFT tetap diharapkan bisa menarik minta desainer dari berbagai daerah.
Philip Iswardhono Creative Director JFT, mengungkapkan, pelaksanaan JFT 2024 merupakan yang kedua kalinya sejak 2023. Tentu, JFT tahun ini memiliki perbedaan dari tahun sebelumnya dengan peningkatan yang baik.
Jogja Fashion Trend (JFT) 2024. (Nurul Adriyana/JawaPos.com)
Sebut saja, untuk jumlah desainer yang berminat ikut JFT 2024 pun meningkat 139 dari 130 peserta pada 2023. Lalu, yang membedakan lainnya adalah sisi bisnisnya. Setiap program yang kita adakan selalu ada bisnisnya seperti pameran UMKM.
“Animo peserta desainer luar biasa jadi 139 peserta. Yang paling spesial ada sesi fashion show khusus creator busana untuk Gen Z, dimana nanti bertemakan Gen X, urban, lebih kekinian dan kontemporer,” ujar Phillip dalam konferensi pers.
Perkuat Wastra ke Tingkat Lokal dan Internasional
Salah satu yang jadi fokus pelaksanaan JFT 2024 ini adalah menjadikan wastra sebagai fashion tren ke tingkat lokal hingga internasional. Diungkapkan Afif Syakur selaku Project Director JFT, sebagai wadah desainer dengan bantuan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jogjakarta, bagian UMKM ini diisi dengan fashion show.
Koleksi yang ditampilkan dalam fashion show JFT 2024 tetap mengupayakan unsur lokal wastra. Diharapkan bisa menjadi fashion tren, yang mengangkat wastra ke tingkat lokal hingga internasional.
“Jogja itu kaya indonesia kecil, banyak masyarakat dari luar yang berkiprah dalam teknologi dan budaya. Jadi sudah sepantasnya sebagai pintu gerbang etnik Indonesia. Maka Jogja mampu mengangkat wastra-wastra tersebut ke lokal dan internasional,” ujar Afif.
Senada dengan Afif, Hermanto Deputy Bank Indonesia Yogyakarta, menegaskan, kalau JFT ini tidak membatasi wastra yang ada di Jogja. Para desainer diluar Jogjakarta pun bisa bergabung. Seperti show tahun ini ada desainer yang berasal dari Riau hingga Sulawewi.
“Ini Jogja miniatur Indonesia, terbuka untuk karya Indonesia. Kami ingin mengangkat wastra,” tukasnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
