
Ilustrasi- Lansia dengan pemikiran tajam.
JawaPos.com - Menjaga ketajaman pikiran saat menua bukan hanya soal mengisi teka-teki silang atau bermain permainan memori. Kebiasaan dan pilihan gaya hidup kita juga berperan besar dalam kesehatan otak.
Beberapa kebiasaan sehari-hari yang mungkin terlihat sepele ternyata dapat menurunkan kemampuan kognitif kita. Kabar baiknya, dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan yang merugikan ini, kita dapat melakukan perubahan untuk menjaga otak tetap tajam.
Melansir Hack Spirit, mari kita bahas sembilan kebiasaan yang perlu kita tinggalkan demi mempertahankan ketajaman pikiran seiring bertambahnya usia.
1. Mindless Scrolling
Di era digital, sangat mudah terjebak dalam kebiasaan menggulir tanpa henti. Baik itu feed media sosial, situs berita, atau blog, menggulir tanpa tujuan bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kita sadari.
Kebiasaan ini tidak melibatkan otak secara bermakna, yang bisa menyebabkan kelesuan mental seiring waktu. Selain itu, paparan layar digital yang terus-menerus dapat mengganggu pola tidur, yang penting untuk menjaga ketajaman mental.
2. Mengabaikan Aktivitas Fisik
Olahraga teratur penting untuk tubuh dan pikiran. Latihan fisik meningkatkan aliran darah ke otak, yang membantu pengiriman oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk pemeliharaan dan pertumbuhan sel otak.
Olahraga juga merangsang produksi neurotrofin, yang mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup neuron. Ini mendorong neuroplastisitas, kemampuan otak untuk beradaptasi dan berubah sepanjang hidup. Gaya hidup yang tidak aktif dapat menyebabkan penurunan kognitif, jadi aktivitas fisik secara teratur sangat penting.
3. Membiarkan Stres Menguasai
Stres kronis telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk penurunan kognitif. Ini mengaktifkan sistem respons darurat tubuh kita, yang dapat melemahkan kita secara fisik dan mental jika terus-menerus dipicu.
Mengelola stres secara efisien melalui teknik seperti meditasi kesadaran dapat membantu menjaga kelincahan mental. Menjadi sadar akan reaksi kita terhadap stres membantu kita merespons daripada bereaksi, menghemat energi mental untuk hal-hal yang benar-benar penting.
4. Mengabaikan Kesadaran Diri
Di dunia yang serba cepat ini, kita sering mengabaikan pentingnya melambat dan memeriksa diri kita sendiri. Kesadaran diri melibatkan memahami pikiran, emosi, dan perilaku kita, mengetahui kekuatan dan kelemahan kita, serta menghadapi keyakinan yang membatasi diri.
Praktik ini membantu kita mengelola stres, mengatasi tantangan hidup, dan menjaga kesehatan kognitif dengan mendorong ketahanan dan adaptabilitas.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
