
Ilustrasi seseorang yang masalah masa kecilnya belum terselesaikan.(Pexels)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa sulit mendapat kebahagiaan belakangan ini? Rasanya sesuatu yang bernama kebahagiaan itu tak terjangkau dan jauh sekali. Jika Anda merasa sulit mendapat kebahagiaan, bisa jadi ada masalah pada kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan.
Kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat kebahagiaan seolah tak pernah menghampiri Anda, padahal sebenarnya dekat saja. Hanya saja, kebiasaan-kebiasaan buruk itu menghalangi kebahagiaan menelusup ke hati Anda.
Oleh karena itu, jika ingin bahagia, evaluasi dan tinggalkan 7 kebiasaan berikut ini, dikutip dari Ideapod, Minggu (14/7).
1. Overthinking
Pernahkah Anda mendapati diri terjebak dalam siklus pikiran yang tak berujung tentang satu peristiwa, situasi, atau keputusan? Itu dia overthinking. Percayalah, itu bisa membunuh kebahagiaan.
Overthinking tidak menyelesaikan masalah, tetapi justru menciptakannya. Berpikir berlebihan memperparah ketakutan kita, memperbesar kecemasan kita, dan secara umum membesar-besarkan masalah kecil. Maka, ketika Anda mendapati diri Anda terjerumus ke jurang pemikiran berlebihan, arahkan pikiran Anda kembali ke masa kini dengan lembut.
2. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Media sosial adalah cuplikan momen terbaik. Orang-orang hanya mengunggah momen terbaik mereka, bukan perjuangan atau rasa tidak aman mereka. Jadi apa yang saya lakukan?
Saya berhenti membandingkan apa yang saya lakukan di balik layar dengan apa yang orang lain lakukan. Saya mulai menghargai perjalanan dan pertumbuhan saya sendiri. Dan tahukah Anda? Itu membebaskan. Perbandingan adalah pencuri kegembiraan. Fokuslah pada jalanmu, kemajuanmu. Karena pada akhirnya, itulah yang benar-benar penting.
3. Menyimpan dendam
Kita semua pernah terluka. Dikhianati oleh seorang teman, dibohongi oleh orang yang kita cintai, dikecewakan oleh seseorang yang kita hormati. Rasa sakit itu nyata, dan terkadang, lebih mudah menyimpan dendam daripada melupakannya.
Anda lihat, menyimpan dendam menghalangi kebahagiaan kita. Lebih dari itu, hal itu tidak membantu siapa pun, apalagi diri kita sendiri.
Seperti yang dikatakan oleh orang-orang di Healthline, "Menyimpan kemarahan dan dendam terhadap orang lain atas kesalahan yang nyata atau yang dirasakan hanya akan menyakiti Anda, bahkan ketika orang itu menyebabkan kerugian yang nyata atau yang dirasakan."
Memaafkan bukan berarti melupakan atau memaafkan kesalahan yang dilakukan kepada Anda. Memaafkan berarti membebaskan diri dari beban amarah dan kepahitan. Apakah Anda menyimpan dendam? Mungkin sudah waktunya untuk melepaskan rasa dendam dan meringankan beban Anda. Memang tidak mudah, tetapi hasilnya akan sepadan.
4. Mengabaikan perawatan diri sendiri

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
