Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Mei 2024 | 16.06 WIB

Generasi Z Dinobatkan Jadi Generasi Paling Kesepian, Berikut Efek Bahaya dan 3 Penyebab di Baliknya

Generasi Z kerap merasa kesepian di era yang sudah sangat terhubung seperti saat ini

JawaPos.com - Ada sebuah paradoks di tengah era yang sangar terkoneksi seperti saat ini, bahwa banyak individu, terutama di antara Generasi Z, merasa kesepian dan semakin terputus dari lingkar sosial.

Mengutip Psychology Today, studi-studi terkini mengungkapkan statistik yang mengkhawatirkan tentang kesepian yang dialami oleh Generasi Z, dengan 73% melaporkan terkait adanya perasaan ter-isolasi, melampaui semua generasi sebelumnya.

Demografis kesepian pada Generasi Z ini juga menunjukkan tingkat kesejahteraan mental yang dilaporkan sendiri yang paling rendah, dengan 91% melaporkan gejala fisik atau emosional akibat stres, dan 68% mengungkapkan kecemasan yang signifikan tentang masa depan.

Tantangan kesehatan mental, yang sebelumnya dianggap sebagai masalah pribadi, kini mulai termanifestasi di tempat kerja, dengan 75% Generasi Z dan setengah dari Milenial mengutip alasan kesehatan mental sebagai alasan meninggalkan pekerjaan mereka, dibandingkan dengan 34% dari generasi yang lebih tua.

Trend ini mengisyaratkan akan krisis yang mengancam keterlibatan dan retensi karyawan, terutama mengingat bahwa pada tahun 2030, Milenial dan Generasi Z diproyeksikan akan menyusun 75% dari angkatan kerja global.

Pencarian Koneksi Manusia

Meskipun tumbuh dalam lingkungan yang sangat terhubung secara digital, Generasi Z menginginkan koneksi manusia di tempat kerja. Survei menunjukkan bahwa kepemimpinan yang mendukung dan hubungan positif menduduki peringkat tertinggi di antara prioritas mereka.

Memahami akar penyebab kesepian Generasi Z menjadi kunci untuk merancang solusi yang efektif. Tiga faktor utama berkontribusi pada fenomena ini:

1. Overstimulasi

Gangguan proliferasi dan rangsangan digital meninggalkan sedikit ruang untuk interaksi manusia yang tulus. Membangun batasan waktu dalam kehidupan kita menjadi penting untuk memfasilitasi hubungan yang bermakna di tengah kebisingan modernitas.

2. Media Sosial

Meskipun media sosial menawarkan jalan untuk koneksi, sifatnya yang dangkal seringkali memperburuk perasaan tidak cukup dan terisolasi. Memanfaatkan platform-platform ini untuk meningkatkan hubungan yang sudah ada daripada sebagai pengganti interaksi kehidupan nyata adalah kunci untuk mengurangi kesepian.

3. Pergeseran Ketergantungan

Desentralisasi informasi melalui teknologi telah mengurangi ketergantungan pada hubungan antarpribadi untuk pengetahuan dan dukungan. Meskipun nyaman, tren ini menekankan pentingnya seimbang antara efisiensi teknologi dengan interaksi manusia yang tulus.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore