
MAKHLUK MITOLOGI: Pekerja memasang dekorasi Imlek berwujud naga di Bundaran HI, Jakarta, awal Februari lalu. Masyarakat Tionghoa memercayai naga sebagai simbol keberuntungan.
TREN "bayi naga" menarik perhatian Yulius Fang, pakar fengsui asal Jakarta. Kepada Jawa Pos, dia menyatakan bahwa naga tidak mewakili sifat binatangnya. ’’Masyarakat Tiongkok percaya, naga merupakan makhluk surgawi yang memiliki kekuatan, keberanian, dan kemuliaan,” katanya beberapa waktu lalu.
Kepercayaan itulah yang mendasari keyakinan para orang tua bahwa anak bershio naga itu hoki. ’’Pandangan itu tidak sepenuhnya benar,” terangnya. Sebab, semua shio bisa memiliki kekuatan, keberanian, dan kekayaan. Selalu ada orang besar dari setiap shio. ’’Jadi, jangan menganggap shio naga itu harus dimiliki dalam keluarga,” imbuhnya.
Yang dilihat dari naga adalah elemennya. Yakni, tanah besar. Sebagaimana bukit, perbukitan, dan gunung. Tahun ini merupakan tahun naga kayu, maka elemennya tanah besar digabung dengan kayu seperti pepohonan. Sebagaimana bukit dan gunung, elemen tanah besar bersifat sabar, jujur, suka menolong, dan berprinsip. Seperti halnya gunung yang tidak akan bergeser tempatnya, kecuali ada kejadian luar biasa.
’’Sifatnya humanistis. Karena tanah itu kan simbol manusia. Manusia dibuat dari tanah,” paparnya. Dipadukan dengan sifat kayu, sifat mereka yang bershio naga kayu tidak bisa diam. Dengan kata lain, ambisius. ’’Naga kayu itu bersifat berani, antusias, terus tumbuh, tapi keras kepala,” urainya.
Peruntungan ’’bayi naga kayu” tidak bisa hanya dilihat dari shio tahunnya. Dalam menghitung peruntungan, menurut Yulius, diperlukan penghitungan shio bulan, shio hari, dan shio jam juga. Namun, untuk melihat bahwa ’’bayi naga kayu” itu membawa hoki atau tidak, caranya cukup mudah.
Yulius menyatakan, jika tumbuh dengan sehat dalam keluarga yang harmonis, artinya ’’bayi naga kayu” tersebut membawa hoki. Kondisi yang relatif stabil seperti itu akan membuat orang tua juga makin fokus dalam bekerja dan mencari rezeki. ’’Kalau hokinya kurang, bisa jadi anaknya kurang sehat, orang tua sering bertengkar, atau ada masalah dengan kakak dan adiknya,’’ tandasnya. (idr/c12/hep)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
