
Ilustrasi Berada dalam Hubungan yang Bahagia. (freepik/lookstudio)
JawaPos.com - Hubungan dalam konteks romantis adalah ikatan emosional yang terjalin antara dua individu yang saling tertarik satu sama lain dengan perasaan cinta, dan kasih sayang.
Hubungan ini biasanya melibatkan komitmen, saling percaya, dan dukungan satu sama lain dalam berbagai aspek kehidupan. Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadikan individu berada dalam hubungan yang bahagia.
Meskipun faktor-faktor seperti kepercayaan, suasana hati, kedekatan, dan kepuasan yang merupakan elemen penting dalam hubungan, ada juga indikasi biologis yang dapat menunjukkan bahwa hubungan tersebut bahagia dan sehat.
Dilansir dari Newsweek pada Kamis (7/3), salah satu indikator tersebut adalah merasa ngantuk di sekitar pasangan.
Para psikolog telah mencatat bahwa rasa mengantuk yang muncul saat bersama pasangan dapat menjadi tanda bahwa hubungan tersebut memberikan kenyamanan dan keamanan.
Ini menunjukkan bahwa Anda merasa rileks dan tenang di sekitar pasangan Anda, yang merupakan indikator penting dari hubungan yang sehat dan bahagia.
Individu yang berada dalam hubungan romantis cenderung memiliki tingkat hormon oksitosin yang lebih tinggi.
Oksitosin adalah hormon yang terkait dengan proses pembentukan ikatan emosional, termasuk ikatan pasangan atau bonding.
"Orang-orang dalam hubungan romantis cenderung memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi, sebuah hormon yang terkait dengan ikatan pasangan," ujar Madeline Sprajcer, seorang dosen psikologi di Central Queensland University Australia.
Menurut Madeline, tingkat oksitosin yang lebih tinggi dalam hubungan romantis dapat memiliki dampak positif pada tidur kita. Ini menunjukkan bahwa kehadiran oksitosin yang lebih banyak dapat mempengaruhi kualitas tidur secara positif.
"Tampaknya oksitosin juga dapat memiliki dampak positif pada tidur kita," pungkasnya lebih lanjut.
Oksitosin telah terbukti membuat orang tidur lebih cepat dan istirahat dengan lebih efisien. Hormon oksitosin dapat dilepaskan saat Anda berada di dekat pasangan yang sangat Anda cintai.
Selain itu, Emre Selçuk, seorang profesor psikologi di Sabanci University Turki, berhasil menunjukkan secara kuantitatif hubungan ini dalam sebuah studi. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science pada tahun 2017.
"Kami menemukan bahwa perasaan responsif dari pasangan, artinya, seberapa Anda merasa bahwa pasangan Anda memahami, menghargai, dan sungguh-sungguh peduli pada Anda, merupakan prediktor penting dari kualitas tidur," tutur Emre Selçuk.
Hasil penelitian tersebut sebagian besar disebabkan oleh tingkat kecemasan yang lebih rendah pada individu yang merasa bahwa ia berada dalam hubungan yang sehat dan mendukung.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
