Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Maret 2024 | 21.04 WIB

Psikolog Ungkap Tanda Seseorang Berada dalam Hubungan yang Bahagia, Seperti Apa? Simak dalam Penjelasan Berikut

Ilustrasi Berada dalam Hubungan yang Bahagia. (freepik/lookstudio) - Image

Ilustrasi Berada dalam Hubungan yang Bahagia. (freepik/lookstudio)

JawaPos.com - Hubungan dalam konteks romantis adalah ikatan emosional yang terjalin antara dua individu yang saling tertarik satu sama lain dengan perasaan cinta, dan kasih sayang.

Hubungan ini biasanya melibatkan komitmen, saling percaya, dan dukungan satu sama lain dalam berbagai aspek kehidupan. Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadikan individu berada dalam hubungan yang bahagia.

Meskipun faktor-faktor seperti kepercayaan, suasana hati, kedekatan, dan kepuasan yang merupakan elemen penting dalam hubungan, ada juga indikasi biologis yang dapat menunjukkan bahwa hubungan tersebut bahagia dan sehat.

Dilansir dari Newsweek pada Kamis (7/3), salah satu indikator tersebut adalah merasa ngantuk di sekitar pasangan.

Para psikolog telah mencatat bahwa rasa mengantuk yang muncul saat bersama pasangan dapat menjadi tanda bahwa hubungan tersebut memberikan kenyamanan dan keamanan.

Ini menunjukkan bahwa Anda merasa rileks dan tenang di sekitar pasangan Anda, yang merupakan indikator penting dari hubungan yang sehat dan bahagia.

Individu yang berada dalam hubungan romantis cenderung memiliki tingkat hormon oksitosin yang lebih tinggi.

Oksitosin adalah hormon yang terkait dengan proses pembentukan ikatan emosional, termasuk ikatan pasangan atau bonding.

"Orang-orang dalam hubungan romantis cenderung memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi, sebuah hormon yang terkait dengan ikatan pasangan," ujar Madeline Sprajcer, seorang dosen psikologi di Central Queensland University Australia.

Menurut Madeline, tingkat oksitosin yang lebih tinggi dalam hubungan romantis dapat memiliki dampak positif pada tidur kita. Ini menunjukkan bahwa kehadiran oksitosin yang lebih banyak dapat mempengaruhi kualitas tidur secara positif.

"Tampaknya oksitosin juga dapat memiliki dampak positif pada tidur kita," pungkasnya lebih lanjut.

Oksitosin telah terbukti membuat orang tidur lebih cepat dan istirahat dengan lebih efisien. Hormon oksitosin dapat dilepaskan saat Anda berada di dekat pasangan yang sangat Anda cintai.

Selain itu, Emre Selçuk, seorang profesor psikologi di Sabanci University Turki, berhasil menunjukkan secara kuantitatif hubungan ini dalam sebuah studi. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science pada tahun 2017.

"Kami menemukan bahwa perasaan responsif dari pasangan, artinya, seberapa Anda merasa bahwa pasangan Anda memahami, menghargai, dan sungguh-sungguh peduli pada Anda, merupakan prediktor penting dari kualitas tidur," tutur Emre Selçuk.

Hasil penelitian tersebut sebagian besar disebabkan oleh tingkat kecemasan yang lebih rendah pada individu yang merasa bahwa ia berada dalam hubungan yang sehat dan mendukung.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore