
Tanam benang bisa memberikan efek yang buruk jika tak ditangani ahli yang kompeten.
JawaPos.com - Demi kecantikan, perempuan rela mengeluarkan uang banyak dengan melakukan perawatan wajah. Tak cukup hanya menggunakan krim, upaya yang terkesan ekstrim pun terkadang dilakukan. salah satunya dengan metode tanam benang (thread lift) yang sedang tren.
Seiring banyaknya permintaan thread lift tersebut, memunculkan praktek oleh pihak yang tidak kompeten atau bukan ahlinya. Akibatnya, tak sedikit ditemukan kasus malpraktik seperti munculnya benang di sekitar tulang pipi, infeksi, hingga wajah berlubang dan bengkak.
Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, dr. Irena Sakura Rini, mengaku kerap menerima keluhan pasien. Diantaranya munculnya bintik-bintik merah yang tak kunjung sembuh setelah lima hari treatment dan badan terasa demam akibat infeksi.
"Kalau di hari kelima udah mulai muncul jerawat dan bintik-bintik merah gak sembuh-sembuh, itu tandanya terjadi infeksi. Jadi titik titik masuk benang berubah jadi ladang jerawat, jerawatnya bersatu jadi lobang," ucapnya saat ditemui di acara peluncuran 'Happy Lift dan Relife' di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (30/8).
Kemudian, ia menambahkan bahwa tanam benang sama sekali bukan metode untuk memancungkan hidung, melainkan untuk mengencangkan kulit wajah dan kulit yang mulai mengendur karena faktor usia.
"Kita tidak bisa memperbaiki kecacatan dengan sempurna. Kita kasi tau pasien bahwa ini perlu waktu. Ngga bisa hitungan sebulan benerinnya, bisa setahun karena udah bopeng," lanjutnya.
Jika sudah demikian, pihaknya mengaku selalu menguatkan mental dan memberikan motivasi kepada pasien, pasalnya pemulihan wajah tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ia juga menyarankan untuk selalu menjalani pola makan sehat.
Jika sudah parah, maka tak ada jalan lain selain melakukan tindakan pembedahan mengeluarkan benang lewat operasi. "Itu kan benda asing. Makanya harus berhati-hati. Bukan saya bilang thread lift tidak baik. Bagus semuanya, asal betul pengerjaannya," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
