Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 02.30 WIB

Ramai Dihubungkan dengan Debat Cawapres, Apa itu Second-Hand Embarrassment?

Para Calon Wakil Presiden Indonesia Dalam Panggung Debat./Akun KPU RI @KPU_ID - Image

Para Calon Wakil Presiden Indonesia Dalam Panggung Debat./Akun KPU RI @KPU_ID

JawaPos.Com - Reaksi warganet pengguna media sosial X turut disoroti selama berlangsungnya Debat Cawapres yang berlangsung pada Minggu (21/01).

Salah satu kalimat yang ramai diutarakan di sosial media X adalah second-hand embarrassment.

"Secondhand embarrassment. Dia yg ngomong orang lain yg malu," tulis @guelalli pada akun X merespon potongan postingan video Gibran.

"He's so cringe omg the second embarrassment is REAL (Dia begitu ngeri ya Tuhan, the second embarrassment itu nyata)," Tulis akun X @nadsrkive merespon postingan tentang Gibran.

Pernahkah anda merasa malu saat menyaksikan orang lain mengalami pengalaman yang memalukan? Bukan diri sendiri yang berbuat, namun rasa malunya sampai pada kita. Kondisi ini dinamakan second-hand embarrassment.

Lebih jelasnya dilansir melalui healthessentials, second-hand embarrassment atau dalam bahasa yaitu rasa malu yang tidak disengaja memiliki pengertian sebuah keadaan di mana anda secara pribadi mengalami rasa malu, tidak nyaman atau merasa bersalah setiap kali anda menyaksikan orang lain berada di situasi yang sangat memalukan dan menyebabkan mereka dipandang negatif.

Misalnya anda melihat seseorang berjalan namun tiba-tiba tersandung di depan anda atau menyaksikan seseorang sedang menampilkan tarian di panggung namun gerakannya salah.

Meskipun anda tidak mengalaminya secara langsung, namun hati dan perasaan anda seakan turut dalam perasaan mereka yang mengalaminya.

Menurut Dr. Collins yang dikutip melalui healthessentials, kondisi tersebut terjadi sebab anda dapat merasakan emosi yang mereka rasakan walaupun anda bukan bagian yang membuat seseorang tersebut tersandung dan bukan anda sendiri yang mengalaminya.

Dr. Collins menambahkan perasaan tersebut muncul bersamaan dengan kecemasan dan ketakutan akan penilaian sosial yang negatif.

Lebih dari itu, di saat menyaksikan orang lain mengalami rasa malu dapat meningkatkan kekhawatiran atau kecemasan akan mengalami permasalahan serupa.

Situasi tersebut dapat mengakibatkan dampak tidak sehat untuk kesehatan mental. Salah satunya dapat menyebabkan stres.

Lalu bagaimana cara mengendalikan diri ketika Second-Hand Embarrassment (Rasa malu yang tidak disengaja) datang?Perhatikan tiga tips berikut ini!

1. Recognize you're human (Sadarilah bahwa anda manusia)

Jika anda mengalami pengalaman second-hand embarrassment, anda harus menyadari bahwa anda adalah manusia yang memiliki empati.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore