Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 22.38 WIB

Tips Terbaik untuk Ibu yang Baru Melahirkan, Pakar UNAIR Berikan Imbauan Bayi di Bawah 1 Tahun

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Tingkat pengetahuan yang rendah bersamaan dengan kentalnya kepercayaan lokal menjadi akar dari permasalahan balita stunting. Mata rantai dari permasalahan ini, salah satunya dari praktik pemberian ASI yang kurang tepat.

Senada dengan hal itu, Farida Fitriana SKeb Bd MSc Dosen Kebidanan FK UNAIR memaparkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai jendela awal bagi pertumbuhan anak.

“Bayi lahir di dunia bukan tidak mungkin tanpa proses persalinan, kemudian berlanjut masa bayi. Terhitung 270 hari dalam kandungan dan 730 hari pasca kelahiran. Itulah yang disebut 1000 HPK,” jelas Farida.

Memberikan Pisang pada Bayi, Emang Boleh?

Dosen UNAIR ini mengungkap beberapa orang masih melakukan tindakan yang kurang tepat dalam pola pengasuhan bayi. Pasalnya, ibu-ibu banyak yang memaksa memberikan makanan kepada bayi yang belum enam bulan.

Bagi sebagian orang yang belum tahu, menganggap, dengan memberikan air gula dan pisang lumat pada bayi yang baru lahir, dapat mempercepat pertumbuhan.

Padahal, selama enam bulan pertama, bayi cukup mendapat ASI eksklusif saja tanpa makanan apapun. 

“Analoginya, kapasitas lambung bayi itu sebesar biji kacang merah, jadi kecil sekali,” jelas Farida.

Kalau bayi menangis, sambungnya, bukan berarti dia lapar terus memberinya makanan. Ada kemungkinan bayi merasa tidak nyaman, entah dari pampers, atau sekadar butuh pelukan.

“Wajar saja 9 bulan di dalam rahim anget kemudian keluar, itu butuh penyesuaian,” imbuh Farida yang dikutip dari laman UNAIRNEWS.

Berkaitan dengan hal tersebut, Farida kembali menekankan pentingnya ASI eksklusif, yakni Air Susu Ibu asli tanpa campuran dari susu formula buatan.

Ia membeberkan fakta bahwa 60% anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Padahal ada banyak keunggulan ASI eksklusif, antara lain: mengandung gizi lengkap termasuk karbohidrat, protein, multivitamin, dan mineral.

Di samping itu, zat gizi ASI dapat diserap secara sempurna dan tidak mengganggu fungsi ginjal bayi yang masih lemah.

“Lagi pula, dengan meng-ASI-hi atau menyusui itu. Dapat membantu koneksi atau ikatan emosional antara ibu dan anak,” ujar Farida.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore