
Booth Batik Gobang Jakarta di ajang Indonesian Arts Exhibition di Jababeka Convention Center (JCC) Cikarang
JawaPos.com - Sekilas nampak seperti kain batik Jawa, namun ketika dilihat lebih dekat ternyata khas tanah Betawi. Itulah yang terlukis pada setiap helai kain Batik Gobang Klasik. Batik Gobang berkembang di wilayah Srengseng, Jakarta Barat.
Ditemui dalam ajang 'Indonesian Arts Exhibition' di Jababeka Convention Center (JCC) Cikarang, para pengunjung ramai mendatangi booth Batik Gobang Klasik. Sengaja perajin membatik di depan pengunjung untuk memperlihatkan prosesnya. Ciri khasnya, Batik Gobang Klasik memiliki tampilan seperti batik Jawa namun dengan sentuhan motif Betawi.
"Batik Betawi kan biasanya warnanya terang ngejreng, nah di Batik Gobang Klasik sangat mirip Jawa tetapi saat diperhatikan persis ya rasa Betawi," kata Perajin dan Pemilik Label Batik Gobang Jakarta, Ethys Mayoshi, kepada JawaPos.com, Rabu (17/1).
Karena klasik, kata Ethys, tentu harganya lebih mahal dari batik Betawi pada umumnya. Prosesnya pun dibuat dengan batik tulis. Sehingga membutuhkan proses pengerjaan 3 pekan hingga 1 bulan.
"Harganya sejutaan atau lebih. Ukuran 2,5 meter, kainnya katun dan diwarnai dengan elemen kulit salak," kata Ethys.
Batik Gobang dikembangkan sebagai bagian dari destinasi budaya dan industri kecil di Hutan Srengseng. Program itu bekerja sama dengan dinas pariwisata.
Batik Gobang Jakarta memiliki makna berupa senjata orang Betawi di masa lalu dan mata uang zaman dulu. Ethys menjelaskan perbedaanya ada pada warna dan motifnya yang jauh lebih klasik, tidak mencolok.
"Motif batik Betawi kan cenderung nabrak-nabrak. Batik gobang lebih klasik. Hampir 100 persen kami desain sendiri pola-polanya," katanya.
Dari segi motif misalnya tetap dengan nuansa batik Betawi seperti ondel-ondel, rumah Betawi, kerak telor, dan gigi balang. Warnanya lebih klasik, memakai warna dasar seperti cokelat, hitam, dan putih.
"Ada juga motif Jakarta seperti simbol patung, tugu, gedung dan flora fauna," jelasnya.
Batik Gobang Jakarta diresmikan dan sudah dipakai untuk seragam PNS Pemprov DKI Jakarta sejak zaman kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Namun keberadaan batik ini ternyata sudah lebih dari 10 tahun.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
