
Ayam Kukus Pasundan
JawaPos.com - Dalam dunia kuliner rumahan, selalu ada satu jenis hidangan yang memancarkan kenyamanan sejak pertama kali aromanya menyeruak dari dapur—dan ayam kukus adalah salah satunya.
Perpaduan antara kelembutan daging, wangi rempah, serta cara memasak yang tidak rumit menjadikan hidangan ini sebagai pilihan favorit untuk disajikan kapan saja.
Proses mengukus yang mempertahankan rasa alami, ditambah sentuhan bumbu tradisional, membuat setiap suapan membawa sensasi hangat dan menenangkan.
Kanal YouTube Devina Hermawan kembali menghadirkan kreasi rumahan yang menggoda, kali ini lewat sajian Ayam Kukus Pasundan, sebuah menu yang viral karena rasa gurih-wanginya yang begitu khas.
Dengan bahan sederhana dan teknik memasak yang ramah pemula, sajian ini menghadirkan cita rasa Nusantara yang bersih, lembut, namun tetap kaya karakter. Berikut versi lengkap resepnya, ditulis ulang agar siap dieksekusi di dapur Anda.
Bahan-Bahan yang Diperlukan
Untuk ayam kukus (12 porsi):
· 2 ekor ayam negeri
· 52 gr bumbu ayam goreng instan
· 5 siung bawang putih
· 5 lembar daun salam
· 2 batang serai
· 1 liter air kelapa
Bahan untuk mengukus:
· 2 iris jahe

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
