
Croissant. (pexels/Photo by Abdulrhman Alkady)
JawaPos.com - Croissant selama ini dianggap sebagai jantung dan jiwa kuliner Prancis. Situs French Moments bahkan menulis bahwa “jantung dan jiwa kue Prancis tidak diragukan lagi adalah croissant”. Ungkapan ini menunjukkan bahwa croissant sudah menjadi simbol budaya Prancis, meski sejarahnya ternyata tidak sepenuhnya berasal dari Paris.
Menurut laman Epicure & Culture, akar croissant justru dapat ditelusuri ke Austria. Dalam ulasannya dijelaskan bahwa asal-usul croissant mungkin ada pada kipferl, sejenis roti yang sudah dikenal sejak abad ke-13 di Austria. Fakta ini menegaskan bahwa croissant memiliki jejak sejarah jauh sebelum muncul di toko roti Prancis.
Penjelasan serupa juga diberikan oleh Institute of Culinary Education (ICE). Lembaga kuliner tersebut menulis bahwa croissant adalah keturunan dari kipferl, roti gulung sederhana berbahan ragi. Baru setelah masuk ke Prancis, kipferl diolah dengan cara berbeda sehingga melahirkan croissant berlapis seperti yang dikenal saat ini.
Seiring berkembangnya cerita, muncul berbagai legenda yang mewarnai asal-usul croissant. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa bentuk bulan sabit croissant diciptakan untuk merayakan kemenangan pasukan Eropa atas Kesultanan Ottoman di Wina pada tahun 1683. Namun, ICE menegaskan bahwa
meskipun kisah ini romantis, tidak ada catatan sejarah yang dapat membuktikan kebenarannya.
Cerita lain yang sering muncul adalah kisah tentang Ratu Marie Antoinette. Epicure & Culture menulis bahwa “sang ratu sangat merindukan roti Austria bernama kipfel, sehingga ia meminta juru masak kerajaan membuatkan versi Prancisnya”, Kisah ini menambah sentuhan romantis pada sejarah croissant, walaupun belum tentu benar adanya.
Banyak sejarawan kemudian meragukan peran Marie Antoinette dalam sejarah croissant. ICE menegaskan bahwa tidak ada bukti bahwa Marie Antoinette membawa kipferl ke Prancis. Karena itu, asal-usul croissant lebih tepat dikaitkan dengan perkembangan toko roti di Paris daripada dengan figur kerajaan.
Bukti yang lebih nyata adalah kisah August Zang, seorang perwira Austria yang pada tahun 1839 membuka toko roti bernama Boulangerie Viennoise di Paris. Menurut Epicure & Culture, toko Zang mempopulerkan roti dan kue khas Wina, termasuk kipferl, yang kemudian menjadi dasar lahirnya croissant di Prancis.
Setelah kipferl diperkenalkan, para pembuat roti Prancis mulai mengadaptasi resep Austria tersebut dengan teknik khas mereka. French Moments menjelaskan bahwa "croissant yang kita kenal sekarang dibuat dengan adonan berlapis ragi, yang menghasilkan lapisan tipis renyah". Teknik inilah yang akhirnya membedakan croissant modern dari kipferl Austria yang lebih sederhana.
ICE menambahkan bahwa keistimewaan croissant modern terletak pada perpaduan teknik tersebut. Mereka menulis, “ragi alami yang dipadukan dengan adonan berlapis membuat croissant lembut, renyah, dan ringan". Kombinasi inovasi inilah yang menjadikan croissant istimewa dan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia.
Kini, croissant tidak hanya menjadi ikon kuliner Prancis, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya. French Moments mencatat bahwa “tiga dari empat orang Prancis memakan croissant”, yang menunjukkan betapa populernya pastry ini. Dari kipferl Austria hingga menjadi kebanggaan Paris, croissant telah menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya diakui sebagai warisan kuliner global. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
