Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 September 2025 | 17.38 WIB

Macaron: Kue Cantik Prancis yang Mendunia

Macaron, kue kecil khas Prancis yang cantik dan manis (Mad About Macarons) - Image

Macaron, kue kecil khas Prancis yang cantik dan manis (Mad About Macarons)

JawaPos.com - Macaron, si mungil manis berdiameter 3 hingga 5 cm, telah menjadi salah satu kue khas Prancis yang dikenal di seluruh dunia. Kue ini berbahan dasar tepung almond, gula halus, gula pasir, putih telur, serta turunan dari adonan meringue.

Dilansir Gastronomos, meski tampilannya serupa, resep dan cara penyajiannya dapat berbeda-beda di tiap kota di Prancis.

Beberapa kota yang terkenal dengan macaron khasnya antara lain Amiens, Boulay, Chartres, Cormery, Joyeuse, Le Dorat, Massiac, Montmorillon, Nancy, Rau, Saint-Emilion, Sainte-Croix Lannion, hingga Sault.

Setiap varian Macaron, dianggap sebagai warisan gastronomi masing-masing wilayah. Persamaannya, semua macaron berbentuk bulat dan dipanggang. Namun, perbedaan bisa ditemukan pada komposisi bahan tambahan, variasi isian, hingga durasi dan suhu memanggang.

Jejak Sejarah Macaron

Sejarah panjang macaron juga penuh warna. Dikutip dari Britannica, nenek moyang kue ini adalah biskuit almond yang pertama kali dibuat di Italia pada akhir abad ke-15. Selama berabad-abad, kue tersebut banyak dipanggang di biara-biara Venesia.

Macaron kemudian dibawa ke Prancis pada awal abad ke-16, kemungkinan melalui juru masak Catherine de’ Medici, ketika ia menikah dengan Raja Henry II pada 1533. Awalnya, macaron hanya dinikmati kalangan aristokrat dan bangsawan.

Namun, situasi berubah saat Revolusi Prancis. Dua biarawati dari Nancy yang dikenal sebagai Soeurs Macarons atau “Macaron Sisters” mulai menjual macaron kepada masyarakat umum setelah biara mereka ditutup.

Pada mulanya, macaron hadir sebagai kue almond panggang yang sederhana dan kenyal. Baru pada 1830-an, macaron berkembang menjadi bentuk ganda dengan dua lapisan yang dijepit berbagai macam isian.

Beberapa ahli meyakini bahwa Pierre Desfontaines dari Maison Ladurée di Paris berperan besar dalam menciptakan versi modern ini pada 1930. Ia pula yang mempopulerkan macaron berwarna-warni khas Paris, yang kini menjadi ikon global.

Di luar Paris, variasi macaron tetap berkembang. Misalnya, macaron Chartres, Montmorillon, dan Amiens yang punya ciri khas berbeda, terutama pada isian.

Isian macaron bisa berupa buah, jeli, krim, kelapa, ganache, marmalade, hingga tambahan bumbu atau minuman keras. Macaron Saint-Émilion, misalnya, menggunakan anggur putih manis dalam adonannya.

Filosofi Rasa Macaron

Menurut laman Mad About Macarons, macaron berkualitas terbaik bukanlah kue berwarna mencolok yang kelewat manis. Justru sebaliknya, macaron ideal memiliki rasa lembut, tidak terlalu manis, dan sama sekali tidak kering.

“Macaron yang sempurna seharusnya hanya ‘berbisik’ soal rasa, bukan berteriak dengan aroma sintetis,” tulis laman tersebut.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore