Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 November 2025 | 04.31 WIB

Bitcoin Hari Ini Terjun ke USD 95.000, Likuidasi Capai Rp 18,3 Triliun Saat Market Panik

 

Ilustrasi harga Bitcoin yang anjlok atau bearish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pasar kripto tergelincir tajam pada Jumat (14/11) setelah krisis likuiditas mendadak memicu aksi jual besar-besaran di seluruh aset digital. Bitcoin kembali menembus level psikologis USD 98.000 (Rp 1,63 miliar), memicu gelombang likuidasi derivatif senilai lebih dari USD 1,1 miliar (Rp 18,37 triliun) dan membuat altcoin terperosok ke level terendah dalam beberapa bulan.

Dikutip dari Coindesk, Jumat (14/11), Bitcoin turun hingga USD 95.477 (Rp 1,59 miliar) sebelum bertahan mendekati area USD 97.000 (Rp 1,62 miliar). Sekitar 50% dari total likuidasi terjadi pada pasangan BTC, menunjukkan tekanan jual yang sangat besar di tengah kondisi likuiditas pasar yang semakin tipis.

Ethereum terpukul lebih keras dengan penurunan lebih dari 9% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di sekitar USD 3.145 (Rp 52,5 juta). Token besar lain seperti AAVE, JUP, dan SUI mencatat penurunan dua digit, sementara indeks CoinDesk 20 ambruk 8%. Bahkan aset yang relatif defensif seperti LTC ikut tertekan dengan penurunan 3%.

Beberapa altcoin kini menyentuh level terendah dalam berbulan-bulan. AAVE anjlok ke posisi terendah sejak Mei, sedangkan ETH berada di titik terendah sejak Juli. Tekanan ini terjadi di saat pasar saham Amerika Serikat juga memerah, dengan Nasdaq futures merosot 2,95% dalam 24 jam, menambah tekanan risk-off di aset kripto.

Di pasar derivatif, volatilitas melonjak tajam. Indeks volatilitas BTC 30 hari (BVIV) sempat naik ke 50% sebelum turun sedikit ke 47,8% meski harga Bitcoin tetap dekat titik terendah harian. Tidak ada tanda-tanda panic buying atas opsi, menandakan reaksi pasar masih terukur meski tekanan tinggi.

Sementara itu, open interest (OI) untuk futures ETH, SOL, XRP, ADA, LINK, UNI, dan SUI turun lebih dari 5%, mengindikasikan arus keluar modal dari pasar derivatif. OI BTC relatif stabil namun opsi put mulai mendominasi di Deribit karena trader melindungi posisi mereka dari risiko penurunan lanjutan.

Di tengah kehancuran ini, hanya satu sektor yang justru mencatat penguatan: privasi coin. Zcash (ZEC) dan Monero (XMR) melonjak, dengan ZEC mencatat kenaikan lebih dari 1.000% sejak Agustus. Lonjakan ZEC dianggap sebagai tanda bahwa sebagian investor kembali mencari aset yang selaras dengan narasi libertarian klasik, bukan sekadar keuntungan spekulatif.

Altcoin kini berada di persimpangan penting. Menurut laporan Coindesk, pasar altcoin sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk kembali ke atas level support USD 98.000. Jika BTC gagal memulihkan posisi ini, pasar berpotensi memasuki fase downtrend yang menandai pembalikan tren dari puncak Oktober di USD 126.000 (Rp 2,11 miliar).

Kondisi ini membuat trader semakin waspada, terutama dengan struktur teknikal yang menunjukkan risiko penurunan lebih lanjut apabila tekanan likuiditas tidak mereda.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore