Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Oktober 2025 | 17.40 WIB

Bitcoin Dibanting Institusi, Dana Rp 15,6 Triliun Lari ke Ethereum dan Solana

Ilustrasi harga Bitcoin yang anjlok atau bearish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi harga Bitcoin yang anjlok atau bearish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Arus dana besar di pasar Kripto menunjukkan perubahan arah signifikan. Laporan terbaru mengungkap bahwa investor institusional tengah menarik dana dari Bitcoin (BTC) dan beralih ke Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP.

Dikutip dari Bitcoinist, Rabu (22/10), laporan mingguan CoinShares mencatat bahwa produk investasi aset digital menghadapi pekan yang berat setelah gejolak likuiditas pada Jumat (10/10). Dalam sepekan, Exchange-Traded Products (ETP) Kripto mencatat arus keluar bersih sebesar USD 513 juta, atau sekitar Rp 8,47 triliun, menjadikannya salah satu pergerakan terbesar sepanjang tahun ini.

Secara kumulatif, total arus keluar mencapai USD 668 juta atau sekitar Rp 11,02 triliun sejak peristiwa likuidasi besar tersebut. Sebagian besar tekanan jual datang dari Amerika Serikat, yang mencatat arus keluar mencapai USD 621 juta (sekitar Rp 10,24 triliun), karena investor institusional menjual posisi Bitcoin dalam jumlah besar.

CoinShares menyebut, meski Amerika Serikat mengalami penjualan masif, beberapa negara justru melihat peluang untuk “buy the dip”. Jerman mencatat arus masuk USD 54,2 juta (Rp 894,3 miliar), Swiss USD 48 juta (Rp 792 miliar), dan Kanada USD 42,4 juta (Rp 699,6 miliar).

Namun, Bitcoin tetap menjadi korban utama dalam “badai likuiditas” tersebut, dengan total arus keluar mencapai USD 946 juta atau sekitar Rp 15,6 triliun. Penjualan besar ini terjadi setelah kepercayaan investor Amerika terguncang akibat insiden likuiditas di Binance dan kebijakan kenaikan tarif impor 100% terhadap produk Tiongkok.

CoinShares juga mencatat bahwa total arus masuk Bitcoin sepanjang tahun ini (Year-to-Date) kini hanya mencapai USD 29,3 miliar, jauh di bawah USD 41,7 miliar pada 2024. Meski begitu, aktivitas perdagangan tetap tinggi, dengan volume mingguan ETP Kripto mencapai USD 51 miliar atau sekitar Rp 841,5 triliun, hampir dua kali lipat dari rata-rata mingguan tahun ini.

Sementara dana keluar dari Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP justru mencatat arus masuk besar. Ethereum memimpin dengan USD 205 juta (Rp 3,38 triliun), karena investor memanfaatkan pelemahan harga sebagai peluang beli.

Bahkan, produk ETP berleverage ganda untuk Ethereum mencatat arus masuk hingga USD 457 juta (Rp 7,54 triliun), menjadi yang terbesar dalam seminggu terakhir.

Solana dan XRP mengikuti tren yang sama, masing-masing mencatat arus masuk USD 156 juta (Rp 2,57 triliun) dan USD 73,9 juta (Rp 1,22 triliun). CoinShares menilai peningkatan minat ini dipicu oleh antisipasi terhadap peluncuran produk ETP baru untuk kedua aset tersebut.

“Pergerakan ini menunjukkan bahwa Bitcoin tidak lagi sepenuhnya mendominasi portofolio institusional,” tulis CoinShares dalam laporannya, “dan investor kini semakin optimistis terhadap potensi jangka panjang Ethereum, Solana, serta XRP.”

Menurut data CoinMarketCap, harga Bitcoin turun lebih dari 3% dan kini berada di kisaran USD 107.589 atau sekitar Rp 1,77 miliar. Sementara itu, Ethereum melemah 4,8% ke USD 3.864 (Rp 63,7 juta), Solana turun 4,78% ke USD 183 (Rp 3,02 juta), dan XRP melemah 1,23% ke USD 2,42 (Rp 39.930).

Kendati pasar masih dalam tekanan, arus modal dari Bitcoin ke altcoin besar seperti Ethereum dan Solana menandakan perubahan strategi institusi global. Mereka kini lebih fokus pada aset dengan utilitas tinggi, adopsi luas, dan peluang pertumbuhan jaringan jangka panjang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore