
Ilustrasi - Pintu masuk Wall Street ke New York Stock Exchange (NYSE) terlihat di New York City, AS. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid
JawaPos.com - Indeks saham-saham besar di Amerika Serikat seperti S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi pada penutupan Jumat (28/6). Penyebabnya? Optimisme pasar terhadap hubungan dagang AS dengan negara lain, serta harapan bahwa The Fed (bank sentral AS) akan segera memangkas suku bunga.
S&P 500 tercatat naik sekitar 10,6 persen sepanjang kuartal kedua, sementara Nasdaq melonjak hingga 17,8 persen, terutama ditopang saham-saham teknologi yang kembali menjadi primadona.
Menurut Fahmi Almuttaqin, analis di platform kripto Reku, kabar dari Kanada ikut memperkuat sentimen positif ini. “Kanada baru saja mencabut pajak digital untuk perusahaan teknologi, dan itu membuat investor global semakin nyaman mengincar saham-saham teknologi,” ujarnya.
Fahmi juga menambahkan bahwa jika inflasi di AS terus turun, kemungkinan besar The Fed akan memangkas suku bunga, bahkan bisa jadi dimulai Juli ini. "Ini menjadi sinyal positif untuk aset-aset berisiko seperti saham dan kripto," katanya.
Efek Domino ke Kripto
Kondisi pasar yang lebih 'ramah risiko' atau risk-on biasanya menguntungkan dunia kripto. Likuiditas yang meningkat karena pemangkasan suku bunga membuat banyak investor mulai melirik aset digital seperti Bitcoin.
“Bitcoin sudah menunjukkan tanda-tanda merespons sentimen ini dan saat ini diperdagangkan di kisaran USD 108.000,” kata Fahmi. Meski begitu, ia mengingatkan investor agar tetap waspada karena arah kebijakan ekonomi global masih penuh ketidakpastian.
Menariknya, Donald Trump, yang berpeluang kembali menjadi Presiden AS, turut meramaikan dinamika pasar. Ia menyatakan telah menyiapkan daftar calon pengganti ketua The Fed, Jerome Powell. Nama-nama yang beredar seperti Kevin Warsh, Scott Bessent, hingga David Malpass dikenal mendukung pemangkasan suku bunga secara agresif.
"Trump bahkan kabarnya menulis catatan tangan mendesak Powell untuk menurunkan bunga ke 1 persen," kata Fahmi.
Jika pemimpin The Fed yang baru nanti lebih ‘dovish’ alias pro-pemangkasan bunga, pasar saham dan kripto bisa kembali melejit. Tapi sisi lainnya, strategi yang disebut shadow chair ini bisa memicu kebingungan soal arah kebijakan moneter, dan menciptakan volatilitas tajam di pasar keuangan global, termasuk kripto.
Dalam kondisi seperti ini, Fahmi menyarankan strategi investasi bertahap seperti Dollar-Cost Averaging (DCA), yakni menabung aset kripto secara rutin tiap bulan, tanpa perlu menebak-nebak waktu terbaik beli.
Sebagai informasi, rekor pasar saham AS dan spekulasi soal suku bunga bukan cuma soal Wall Street, tapi juga bisa jadi ‘bahan bakar’ untuk pasar kripto. Tapi seperti biasa, kehati-hatian tetap nomor satu. Jangan buru-buru FOMO, pastikan strategi investasi kamu tetap rasional.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
