Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juli 2025 | 18.35 WIB

Wall Street Cetak Rekor, Kripto Ikut Terbang? Ini Kata Analis

Ilustrasi - Pintu masuk Wall Street ke New York Stock Exchange (NYSE) terlihat di New York City, AS. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid - Image

Ilustrasi - Pintu masuk Wall Street ke New York Stock Exchange (NYSE) terlihat di New York City, AS. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid

JawaPos.com - Indeks saham-saham besar di Amerika Serikat seperti S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi pada penutupan Jumat (28/6). Penyebabnya? Optimisme pasar terhadap hubungan dagang AS dengan negara lain, serta harapan bahwa The Fed (bank sentral AS) akan segera memangkas suku bunga.

S&P 500 tercatat naik sekitar 10,6 persen sepanjang kuartal kedua, sementara Nasdaq melonjak hingga 17,8 persen, terutama ditopang saham-saham teknologi yang kembali menjadi primadona.

Menurut Fahmi Almuttaqin, analis di platform kripto Reku, kabar dari Kanada ikut memperkuat sentimen positif ini. “Kanada baru saja mencabut pajak digital untuk perusahaan teknologi, dan itu membuat investor global semakin nyaman mengincar saham-saham teknologi,” ujarnya.

Fahmi juga menambahkan bahwa jika inflasi di AS terus turun, kemungkinan besar The Fed akan memangkas suku bunga, bahkan bisa jadi dimulai Juli ini. "Ini menjadi sinyal positif untuk aset-aset berisiko seperti saham dan kripto," katanya.

Efek Domino ke Kripto

Kondisi pasar yang lebih 'ramah risiko' atau risk-on biasanya menguntungkan dunia kripto. Likuiditas yang meningkat karena pemangkasan suku bunga membuat banyak investor mulai melirik aset digital seperti Bitcoin.

“Bitcoin sudah menunjukkan tanda-tanda merespons sentimen ini dan saat ini diperdagangkan di kisaran USD 108.000,” kata Fahmi. Meski begitu, ia mengingatkan investor agar tetap waspada karena arah kebijakan ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

Menariknya, Donald Trump, yang berpeluang kembali menjadi Presiden AS, turut meramaikan dinamika pasar. Ia menyatakan telah menyiapkan daftar calon pengganti ketua The Fed, Jerome Powell. Nama-nama yang beredar seperti Kevin Warsh, Scott Bessent, hingga David Malpass dikenal mendukung pemangkasan suku bunga secara agresif.

"Trump bahkan kabarnya menulis catatan tangan mendesak Powell untuk menurunkan bunga ke 1 persen," kata Fahmi. 

Jika pemimpin The Fed yang baru nanti lebih ‘dovish’ alias pro-pemangkasan bunga, pasar saham dan kripto bisa kembali melejit. Tapi sisi lainnya, strategi yang disebut shadow chair ini bisa memicu kebingungan soal arah kebijakan moneter, dan menciptakan volatilitas tajam di pasar keuangan global, termasuk kripto.

Dalam kondisi seperti ini, Fahmi menyarankan strategi investasi bertahap seperti Dollar-Cost Averaging (DCA), yakni menabung aset kripto secara rutin tiap bulan, tanpa perlu menebak-nebak waktu terbaik beli.

Sebagai informasi, rekor pasar saham AS dan spekulasi soal suku bunga bukan cuma soal Wall Street, tapi juga bisa jadi ‘bahan bakar’ untuk pasar kripto. Tapi seperti biasa, kehati-hatian tetap nomor satu. Jangan buru-buru FOMO, pastikan strategi investasi kamu tetap rasional.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore